Parah, Depot Ratu Sari  Tunggak Pajak  Daerah 100 Juta Lebih 

  • Whatsapp

Kupang,lensantt.com – Tak dsangka Rumah Makan Ratu Sari 111.716.200 RUPIAH Pada tahun 2022.

 Berdasarkan hasil pemeriksaan Kepatuhan atas Pendapatan Badan Pemeriksa Keuangan pada sampel 61 resto rumah makan dan jenis pajak lainnya. Pada sampel 61 rumah makan

Dari rilis yang di kirimkan Bapenda Kota Kupang kepada media ini, 20 Mei 2024, di

temukan ketidakpatuhan pelaporan omzet oleh ratusari di tahun 2021 Rp 29.239.900,- dan di tahun 2022
Rp 82.476.300 sehingga total Rp 111.716.200,- dan pada Bakmi Jawa di tahun 2022 sebesar Rp
34.690.587,50,-.
Yang sudah dipesan langsung oleh pihak bakmi jawa ke Bank NTT sebesar Rp
34.690.587,50. Sedangkan ratu sari belum membayar tunggakan pajak sebesar Rp 111.716.200 hingga saat ini.
Pemeriksaan yang dilakukan secara uji petik pada 61 wajib pajak restoran dengan meminta data penjualan
yang sebenarnya untuk kemudian dilakukan perhitungan kembali nilai pajak yang seharusnya dibayar oleh wajib pajak restoran. Berdasarkan hasil pengujian dokumen tersebut diketahui bahwa restoran rumah makan yang berbeda antara nilai pajak yang dilaporkan dan dibayar dengan nilai pajak
yang seharusnya dibayar berdasarkan omzet yang sebenarnya. Hasil pengujian pajak menunjukkan kekurangan pelaporan dan pembayaran Pajak Retoran Rumah makan Tahun 2021 dan 2022
Dan Ratusari serta Bakmi Jawa termasuk wajib pajak yang dilakukan uji petik oleh Badan Pemeriksa
Keuangan dengan nama pemilik atas kedua rumah makan tersebut adalah Sunami.
Pada tahun 2023 berdasarkan Pemeriksaan kepada pegawai Bapenda oleh pihak terkait, ditemukan
adanya pemalsuan dokumen Surat Setoran Pajak Daerah oleh pegawai Ratu Sari Bakmi Jawa yang diduga bertujuan untuk memanipulasi data pembayaran untuk kepentingan pribadi dan berdasarkan
informasi dari Pihak Terkait bahwa pegawai ratusari bakmi jawa melarikan diri dengan mambawa uang
pajak sebesar Rp 200.000.000,-,
 ponsel dan laptop.
Pada akhir tahun 2023 telah ada Pemeriksaan Internal kepada pegawai Bapenda terhadap permasalahan
ratusari bakmi jawa dengan hasil pemeriksaan tidak ditemukan adanya penyelewengan pajak atau
kerugian negara karena hal tersebut merupakan masalah internal manajemen Ratusari Bakmi Jawa dan tidak ada kaitannya dengan kinerja pegawai di Bapenda.
Pada tahun 2024 juga telah dilakukan pemeriksaan gabungan internal dengan hasil tidak ada kerugian
negara dan penyelewengan terhadap pajak daerah oleh pegawai Bapenda.
Terkait dengan sudah terpasangnya mesin EDC Bank NTT pada bakmi jawa dan ratusari pada pemberitaan
di media media online berdasarkan keterangan dari Pardi Bakmi Jawa, maka dapat dipastikan bahwa
informasi tersebut tidak benar karena dari pihak bapenda dan bank ntt telah turun ke rumah makan
tersebut sejak tahun 2023 tetapi pihak ratusari bakmi jawa belum mengisi administrasi pembukaan rekening bank
ntt karena wajib pajak berada di jawa dan hingga saat ini mesin EDC Bank NTT belum terpasang
pada bakmi jawa ratusari.
Apabila ada cerita atau informasi dari pihak lain yang hanya menyerang pribadi dari pegawai Bapenda
dengan tidak adanya konfirmasi balik atau bukti yang akurat maka dapat diduga bahwa informasi atau
cerita tersebut hanya digunakan bertujuan untuk menghindari pembayaran hutang pajak ratusan juta dan
ketidakberesan dalam manajemen Ratusari Bakmi Jawa. (Ikz)

Komentar Anda?

Related posts