More
    BerandaNTTMahasiswa KKN UGM Gajah Mada Tanam Ratusan Anakan Mangrove di Pantai Kepihak

    Mahasiswa KKN UGM Gajah Mada Tanam Ratusan Anakan Mangrove di Pantai Kepihak

    Sumba Timur, lensanttMahasiswa tim KKN-PPM UGM Bentang Kanatang telah melaksanakan aksi penanaman 100 bibit mangrove di Pantai Kapihak, Desa Mondu, Kecamatan Kanatang, Kabupaten Sumba Timur pada Sabtu (1/8/2026). Kegiatan ini menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap pelestarian lingkungan pesisir sekaligus mendukung keberlanjutan ekosistem mangrove di wilayah Desa Mondu. Dalam kegiatan tersebut, Tim KKN-PPM UGM Bentang Kanatang menyiapkan bibit mangrove yang ditanam sebagai bentuk kontribusi nyata mahasiswa terhadap upaya penghijauan kawasan pesisir Desa Mondu. Penanaman dilakukan bersama masyarakat desa dengan harapan dapat menumbuhkan kesadaran dalam menjaga ekosistem. Program ini sebagai komitmen dalam mendukung keberlanjutan SDG 17 yaitu kemitraan untuk mencapai tujuan.
    Kegiatan penanaman mangrove tersebut turut dihadiri oleh Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) KKN, Dr. Septiana Dwiputri Maharani, S.S., M.Hum., Camat Kanatang, Kepala Desa Mondu beserta jajarannya, serta perwakilan masyarakat Desa Mondu. Tim KKN-PPM UGM Bentang Kanatang juga berkolaborasi dengan Kantor Cabang Dinas Kelautan dan Perikanan Nusa Tenggara Timur Wilayah V yang memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai mitigasi bencana serta pentingnya menjaga kawasan pesisir melalui pembagian pamflet informatif.
    Kolaborasi antara mahasiswa, pemerintah, masyarakat, dan instansi terkait tersebut menjadi bagian penting dalam membangun upaya konservasi yang berkelanjutan. Sinergi berbagai pihak diharapkan dapat memperkuat kesadaran bersama bahwa perlindungan kawasan pesisir tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja, melainkan membutuhkan keterlibatan masyarakat sebagai pihak yang berinteraksi langsung dengan lingkungan. Pemilihan Pantai Kapihak sebagai lokasi program didasari oleh posisi strategisnya yang rentan terhadap ancaman erosi dan abrasi pantai. Selain itu, ekosistem mangrove di area ini memerlukan dorongan pemulihan agar dapat kembali berfungsi optimal sebagai benteng alami dari potensi bencana pesisir di Desa Mondu.
    “Penanaman 100 bibit mangrove ini bukan hanya tentang menanam pohon, tetapi juga tentang menanam kesadaran dan membangun komitmen bersama untuk menjaga pesisir. Kami berharap bibit yang telah ditanam dapat dirawat bersama sehingga manfaatnya dapat dirasakan oleh masyarakat Desa Mondu dalam jangka panjang,” ujar Isnarul Mirza selaku perwakilan Tim KKN-PPM UGM Bentang Kanatang.
    Sebanyak 100 bibit mangrove yang telah ditanam di Pantai Kapihak diharapkan dapat tumbuh dan berkembang menjadi bagian dari benteng alami kawasan pesisir Desa Mondu. Lebih dari itu, kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal bagi tumbuhnya kepedulian dan aksi kolektif masyarakat dalam menjaga lingkungan pesisir, sehingga keberlanjutan ekosistem mangrove dan sumber daya laut dapat terus terjaga bagi generasi mendatang.(**)

    Komentar Anda?

    Must Read

    spot_img
    error: Tidak boleh di Copas