Program Inovatif Layanan Publik yang Bikin Wakil Mentri AryaTerpukau
KUPANG ,lensantt— Wakil Menteri dalam Negeri Republik Indonesia, Arya Bima, mengaku jatuh cinta pada salah satu inovasi layanan publik milik Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Kupang, yakni Program BESTI (Beres dan Pasti ). Program ini dinilai mampu menjadi model pelayanan publik yang efektif, humanis, dan modern di tingkat daerah.
Kunjungan kerja Menteri Arya Bima ke Kota Kupang, Selasa, (13/10/2025), diwarnai kekaguman mendalam terhadap cara kerja dan dampak nyata dari program tersebut. , Menteri Arya Bima menegaskan bahwa “BESTI adalah contoh nyata bagaimana pemerintah daerah bisa berinovasi tanpa menunggu arahan dari pusat.”
“Saya jatuh cinta pada konsep BESTI. Ini bukan sekadar program digitalisasi, tapi bentuk pelayanan publik yang lahir dari kepedulian terhadap masyarakat Kota Kupang. Hal menunjukkan bahwa pelayanan bisa dilakukan dengan hati, bukan hanya dengan sistem,” ujar Arya Bima.
Inovasi yang Berangkat dari Kebutuhan Nyata
Program BESTI diluncurkan oleh DPMPTSP Kota Kupang sebagai respons atas keluhan masyarakat dan pelaku usaha terkait rumitnya birokrasi perizinan. Melalui program ini, DPMPTSP menghadirkan layanan terpadu yang memudahkan masyarakat juga memberi solusi
Kepala DPMPTSP Kota Kupang, Andre Otta menjelaskan bahwa BESTI merupakan akronim yang mencerminkan semangat kerja lembaganya.
“BESTI berarti Beres dan pasti Tapi bagi kami, maknanya lebih luas: pelayanan yang bersahabat, cepat, dan terpercaya. Kami ingin masyarakat merasa punya ‘bestie’ di kantor pemerintah — tempat mereka bisa berkonsultasi tanpa takut dipersulit,” jelas Elfrida.
Dari Daerah untuk Indonesia Timur
Kota Kupang kini menjadi satu-satunya kota di kawasan Nusa Tenggara Timur yang mendapat pengakuan dari Kementerian Investasi sebagai daerah dengan inovasi layanan paling progresif tahun 2025.
Menurut data DPMPTSP, sejak penerapan BESTI, jumlah izin usaha yang diproses meningkat hingga 60 persen, sementara kepuasan masyarakat terhadap layanan publik naik ke angka 92 persen berdasarkan survei internal.
Program ini juga didukung dengan fitur konsultasi virtual, aplikasi mobile, dan program lapangan “BESTI Go to Village”, yang menjangkau pelaku usaha mikro di wilayah pinggiran.
Menteri Arya Bima menilai terobosan ini layak direplikasi di daerah lain, terutama di wilayah Indonesia Timur yang selama ini dianggap tertinggal dalam hal kemudahan berinvestasi.
“Kupang membuktikan bahwa inovasi tidak harus lahir dari kota besar. Kadang justru dari daerah-daerah yang punya semangat luar biasa untuk maju,” katanya.
Apresiasi Wali Kota Kupang
Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo dalam kesempatan itu mengucapkan terima kasih kepada Menteri Arya Bima atas apresiasi dan dukungan yang diberikan. Menurutnya, kehadiran program BESTI adalah hasil kerja keras seluruh jajaran DPMPTSP yang berkomitmen menjadikan pelayanan publik sebagai wajah baru pemerintahan modern.
“Kami ingin menciptakan pelayanan yang bukan hanya efisien, tapi juga ramah dan berempati. Ketika masyarakat datang ke kantor pemerintah, mereka harus pulang dengan rasa puas, bukan dengan keluhan,” tegas nya
Ia menambahkan, apresiasi dari Menteri menjadi motivasi bagi Pemerintah Kota Kupang untuk terus berinovasi dan menjaga semangat pelayananramah bagi semua — dari pengusaha kecil hingga investor besar,” ujarnya optimis.
Akhir yang Manis di Kupang
Mengakhiri kunjungannya, Menteri Arya Bima menyempatkan diri berfoto bersama jajaran DPMPTSP Kota Kupang (***)

