Dokter Internsip Dihajar Oknum Apoteker

  • Whatsapp

Kota Kupang, LensaNTT- Kabar tak mengenakan mencuat terkait seorang dokter internsip yang bernama Farrel Tanoto  yang dipukul tetangga kosnya yang bernama Muhammad Furqan dan berprofesi seorang apoteker yang tinggal  dekat perumahan dokter  di belakang RSU Dr Johanes Kupang di RT 007 RW 003 Kelurahan Oetete Kecamatan Oebobo Kupang. Seperti yang dituturkan salah seorang staf apoteker RSU Dr Johanes, bahwa kejadian tersebut terjadi beberapa hari  yang lalu. Dokter Internsip itu berasal dari Jakarta yang kabarnya dokter bersangkutan saat ini bertugas di Puskesmas Sikumana diduga ada persoalan pribadi antar oknum Capeg  Apoteker yang bernama Muhammad Furqan dengan dokter. Oknum apoteker masih berstatus Capeg  yang baru lulus tahun kemarin dan masih menunggu penempatan. Menurut Kepala UGD RSU Dr. Johanes Irene Carolin Bilaut kepada wartawan bahwa kejadian tersebut tidak ada kaitan dan sangkut paut urusan dinas dengan rumah sakit namun pada permasalahan pribadi hingga terjadi insiden pemukulan yang diduga dilakukan di kompleks kos  di belakang RSU Dr Johanes Kupang. Saat dikonfirmasi ke Ikatan Dokter Indonesia Kupang yakni Dr Hendra yang bersangkutan tidak berada dikantornya hanya ditemui pegawainya. “Kami tidak tau tentang itu pak”, kata staf di ruang IDI. Kemudian wartawan berusaha bertemu Direktur RSU Dr Johanes  Dr Alfons Sius Anapako melalui Plh ibu Ari Ondok dan akhirnya  pihak RSU membenarkan kejadian tersebut dengan menunjukkan Surat Tanda Penerimaan Laporan yang bernomor ; STPL / 355/V/2014/SPKT Resort Kupang Kota yang baru diterimanya dari  Polresta Kupang. Atas nama manajemen Rumah Sakit lewat Bagian kepegawaian Ari Ondok mengatakan akan membuat surat lewat Badan Kepegawaian Daerah Propinsi kepada Gubernur NTT yang berisi menolak pegawai yang bernama Muhammad Furqan untuk ditempatkan di RSU Dr Johanes yang dianggapnya telah berbuat kriminal dan mencederai perilaku kalangan medis. “Kami tolak pelaku itu apabila ditempatkan disini, apalagi yang bersangkutan mengaku ngaku sudah bekerja disini, padahal tidak ada satu lembar surat yang menegaskan Muhammad Furqan bekerja di RSU”, tegas Ari saat memberikan keterangan persnya dan didampingi 2 dokter internsip teman dr Farrel diruangannya. Bersamaan dengan itu Ari Ondok sempat menjelaskan pengertian dokter internsip yaitu sejumlah dokter umum yang ikut program kementerian kesehatan yang ditugaskan tersebar di berbagai daerah Indonesia. Sesuai STPL kronologis kejadian korban saat itu selesai mandi dari kamar mandi yang berada di sebelah kamar kos dan kemudian kembali ke kamar kos, pada saat korban hendak menutup pintu kamar kos Terlapor menahan pintu kamar pintu korban dari luar dan terlapor meminta berbicara sama korban dan terlapor mengatakan “Kau tutup pintu bisa pelan pelan atau tidak dan korban menjawab  “saya sudah tutup pintu pelan pelan”. . Terlapor merasa dijawab oleh korban maka terlapor langsung melakukan pemukulan pada korban dibagian bibir Bawah hingga mengalami luka robek dan gigi atas patah serta bagian pelipis mata bagian kiri luka, tak hanya itu dalam laporan tersebut korban juga ditendang oleh terlapor pada bagian ulu hati hingga korban terpental. Pasca kejadian hari rabu (7/5/2014) korban langsung melapor ke polresta Kupang. Kabar terakhir yang diterima wartawan dokter yang dianiaya apoteker ini sedang berada di Jakarta.  (Risdiyanto)

Komentar Anda?

Related posts