Ini Pengaduan Warga Atambua Soal Pelanggaran Pemilu

  • Whatsapp

Kota Atambua, LensaNTT-Sejumlah warga asal Belu mengadukan kepada Panwaslu dan media terkait temuan pelanggaran pemilihan umum 9 April 2014 kemarin, seperti halnya yang dilaporkan anggota Panwaslu yang bernama Merlin Beatrix Nule yang beralamat di Tulamalae Belu kepada Badan Pengawas Pemilu di Jakarta melalui surat dengan nomor 01/LAPOR/MN/V/2014. Menurutnya ada pula pengaduan salah seorang caleg tentang dugaan penggelembungan suara oleh caleg ke caleg lain pada perolehan suara di kecamatan Kakuluk Mesak khususnya di desa Kabuna selain itu ada juga salah satu caleg dari dapil II yang telah melakukan money politik dan tertangkap oleh panwascam namun tidak ditindaklanjuti.
Begitu pula seorang warga yang bernama Theodorus Vincent asal Tulamalae Kecamatan Atambua Barat membuat surat kepada Badan Pengawas Pemilu Pusat. Adapun isi surat menyangkut kinerja Panwaslu yang tidak serius mengawasi jalannya pemilihan umum di TPS nya hingga pada akhirnya timbul kecurangan. Surat itu menjelaskan ada kecurangan pada tanggal 9 April 2014 saat pemilu para saksi disuruh pulang meninggalkan TPS tanpa membawa formulir C1 dan besok harinya baru kembali ke KPPS untuk mengambilnya.
Hal lain juga terungkap dalam surat pengaduan ke Badan Pengawas Pemilu Pusat yang dibuat Feliks Sebaldus Min Bere warga Desa Umanen Kecamatan Atambua Barat, terkait money politik namun panwaslu Kabupaten Belu Tidak menanggap. Lebih jauh media juga berhasil mendapatkan foto  anak anak yang tidak berhak ikut mencoblos karena dibawah umur yang masih bersekolah setingkat SMP seperti yang terjadi di TPS 1V Umanen Kabupaten Belu Propinsi Nusa Tenggara Timur. Ketika dikonfirmasi Ke Panwaslu Propinsi tidak ada yang bersedia memberi keterangan. (Risdiyanto)

Komentar Anda?

Related posts