Soe, Lensantt.com – Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Kabupaten TTS, Yupiter Pah dipolisikan stafnya, Jonias Talan, Rabu 15 Juni 2022 di Polres TTS. Yupiter dipolisikan lantaran melakukan pemukulan kepada Jonias Talan di Desa Nobi-Nobi sesaat sebelum acara peresmian lumbung pangan.
Jonias sering disapa Epy, saat ditemui media lensantt.com di seputaran lapangan puspenmas TTS pada rabu 22-06-2022 dirinya menceritakan, kejadian tersebut terjadi sekitar pukul 10. 00 WITA.
Kejadian bermula ketika Epy menanyakan kesiapan penari untuk acara peresmian kepada Marsselia Kakerissa, kepala seksi distribusi, dinas ketahanan pangan dengan nada tinggi. Mendengar pertanyaan sang Kadis Pah, Marsselia menjawab jika urusan penari bukanlah urusan dirinya.
Korban yang kebetulan berada di dekat kejadian tiba-tiba dibentak oleh Kadis Pah dengan pertanyaan, Kamu nantang saya? Kenapa status kamu begitu.
 Usai bertanya, Kadis Pah langsung menghadiahi bogem mentah di wajah korban.
“Saya posisi ada berdiri dekat ibu Marsselia, tiba-tiba pak Kadis datang langsung dengan nada tinggi tanya penari dimana?. Tidak lama dia langsung pukul saya satu kali dibagikan pipi kiri saya,” kisah korban.
Akibat bogem mentah tersebut, korban mengalami luka di bagian rongga mulutnya.
Tak terima dengan perlakuan sang Kadis, korban dan Marsselia langsung meninggalkan lokasi acara dan melaporkan Kadis Pah ke Mapolres TTS.
“Saya punya mulut luka Kaka akibat dia pukul. Dia mau minta damai tadi tapi saya tidak mau,” ujar Epy.
Korban mengaku, sebelum kejadian tersebut dirinya beberapa kali menerima ancaman akan dipukuli oleh Kadis Pah.
Lanjut Epy, dia sudah beberapa kali ancam mau pukul saya juga,” terangnya.
Terpisah, Kadis Pah tak menampik dirinya telah memukul (menampar) korban sebanyak 1 kali, Kadis Pah beralasan hal tersebut dilakukan karena korban telah bertindak kurang ajar pada dirinya. Korban disebut Kadis Pah, menantang, membuang ludah dan mengajaknya untuk berkelahi. Oleh sebab itu dirinya menampar korban satu kali.
Saya posisi ada berbicara dengan ibu kepala seksi soal persiapan penari yang belum siap padahal Bupati sudah mau datang. Dia (korban) nantang-nantang saya. Saya tanya kamu nantang apa? Dia malah buang ludah dan mau ajak saya berkelahi. Makanya saya tampar dia satu kali,” ungkap Kadis Pah.
Karena sudah dipolisikan, Kadis Pah mengaku, siap mengikuti proses hukum. Namun ia mengaku, memiliki saksi yang melihat kejadia tersebut.
Itu hak mereka kalau mau lapor polisi. Karena sudah lapor, saya ikuti saja prosesnya,” sebutnya.
Dirinya mengaku, siap melaporkan balik korban ke polisi atas status WhatsApp dan postingan korban di media sosial. Pasalnya menurut Kadis Pah, status korban yang berisi nada menghina tersebut mengarah pada dirinya.
Kadis Pah juga menyebut, korban sedang berupaya untuk menjatuhkan dirinya.
Kemarin (Selasa) mereka memuat status menyindir macam-macam orang. Sehingga saya tegur agar berhati-hati dalam membuat postingan di media sosial sehingga tidak menjadi masalah. Saya simpan semua mereka punya status dan postingan. Saya akan lapor balik mereka,” pungkasnya
Penulis. Erick Hello,
Editor. Izak kaesmetan.

Komentar Anda?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here