Kupang, lensantt.com — Bank Nusa Tenggara Timur (Bank NTT) menargetkan penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebesar Rp350 miliar sepanjang tahun 2026. Target ini menjadi bagian dari komitmen bank daerah tersebut dalam memperkuat sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), khususnya pada bidang-bidang produktif seperti pertanian.
Direktur Umum Bank NTT Rahmat Saleh kepadaedia ini Kamis 22 April 2026 menyatakan bahwa penyaluran KUR tahun ini akan lebih difokuskan pada sektor yang memiliki dampak langsung terhadap peningkatan ekonomi masyarakat. Pertanian menjadi prioritas utama, mengingat sektor ini masih menjadi tulang punggung perekonomian di NTT.
“Penyaluran KUR tidak hanya soal angka, tetapi bagaimana kredit ini benar-benar dimanfaatkan untuk kegiatan produktif yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujar salah satu pejabat Bank NTT.
Selain pertanian, sektor lain seperti perikanan, peternakan, dan usaha mikro berbasis rumah tangga juga tetap menjadi sasaran penyaluran. Bank NTT juga berkomitmen memperluas akses pembiayaan hingga ke wilayah-wilayah pelosok, agar pelaku UMKM di daerah terpencil tidak tertinggal dalam mendapatkan dukungan modal usaha.
Dalam implementasinya, Bank NTT akan memperkuat pendampingan kepada debitur KUR. Hal ini dilakukan untuk memastikan penggunaan dana tepat sasaran serta meminimalisir risiko kredit macet. Edukasi keuangan dan pembinaan usaha juga menjadi bagian penting dari strategi penyaluran.
Langkah ini diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, menciptakan lapangan kerja baru, serta meningkatkan daya saing produk lokal NTT di pasar yang lebih luas.
Dengan target Rp350 miliar tersebut, Bank NTT optimistis dapat berkontribusi signifikan dalam pemulihan dan penguatan ekonomi daerah di tahun 2026, sekaligus mempertegas perannya sebagai motor penggerak ekonomi kerakyatan di Nusa Tenggara Timur.

