Bantah Positif Covid -19, Pasien Dirujuk Ke  RSU W.Z.Yohanes

  • Whatsapp
 Kupang, Vox NTT – Sempat beredar Hasil Rekam Medis (Hasil Catatan Radiologi) yanh didalamnya terdapat keterangan kalau salah satu pasien RSUD SK Lerik kota Kupang Suspect Covid-19.
Salinan rekam medis yang beredar di medsos
Menanggapi hal itubmemberikan manajemen RSU SK. Lerrik Kota kupang mengklarifikasi terkait informasi pasien Covid-19 di Rumah Sakit itu.
Mereka membantah kalau informasi yang beredar kalau pasien tersebut sudah posetif Covid-19.
Pasalnya, saat ini status pasien masih dalam pengawasan dan sudah dirujuk ke RSU W.Z. Yohanes Kupang.
Berikut Klarifikasi Direktur RSUD SK Lerik, Marsiana Halek yang disampaikan melalui kepala biro humas Provinsi NTT, Marianus Jelamu, yakni :
Pertama, berdasarkan hasil sementara, pasien baru diduga terinfeksi Covid-19 dan kami kategorikan pasien dalam pemantauan (PDP)
Kedua, pasien kami sudah rujuk ke RSUD Prof. W. Z. Yohanes Kupang untuk pemeriksaan dan penanganan lebih lanjut
Ketiga, bahwa tidak benar berita yang beredar saat ini yang menyatakan pasien sudah positif covid-19 karena masih memerlukan pemeriksaan lebih lanjut
Keempat, semua informasi tentang covid-19 adalah satu pintu yaitu satgas covid-19 ditingkat provinsi NTT (selaku rumah sakit rujukan covid-19)
Kelima, agar masyarakat tidak cepat panik dan untuk tidak terjadi kesalahpahaman multitafsir yang keliru dalam masyarakat maka dihimbau untuk lebih selektif atau menyaring setiap informasi yang berkaitan dengan covid-19 dan lebih mengedapankan konfirmasi dan koordinasi dengan pihak-pihak yang berkompeten guna mendapatkan informasi yang tepat, benar dan dapat dipertanggungjawabkan.
“Ini konfirmasi dari Direktur RSUD SK Lerik, Ibu dokter Marsiana Halek, ” ungkap Jelamu kepada wartawan di Kupang, Selasa (17/03/2020)
Jelamu mengatakan, Pemerintah Provinsi NTT sudah mengkonfirmasi ke RSUD Prof. W. Z. Yohanes Kupang bahwa pasien tersebut sedang ditangani oleh pihak rumah sakit itu
“Pasien yang bersangkutan sedang ditangani, sedang dicek, sedang diambil sampelnya, ” ujar mantan Kadis Pariwisata Provinsi NTT itu
Pihak RSUD Prof. W. Z. Yohanes Kupang kata dia mengatakan bahwa pasien juga sempat stres karena membaca media sosial
“Ia merasa tertekan karena masyarakat sudah memfonisnya, ” ungkapnya
Ia menghimbau kepada seluruh masyarakat Nusa Tenggara Timur agar tidak panik terhadap virus Corona tersebut
“Kalaupun melihat, dengar ada saudara-saudara mungkin diduga atau disangkakan agar jangan dilangsung vonis. Tolong jangan langsung dikatakan dia sudah terkena virus Corona. Supaya bisa menjaga psikologisnya, ” tutup Jelamu. (Ikz/***)

Komentar Anda?

Related posts