Pesan Bermakna Ratu Azisa Kepada Daniel Tagu Dedo

  • Whatsapp

Kupang,lensantt.com  – Suasana begitu akrab, santai dan bersahaja dengan kecantikan sang Ratu Azia Boromeo dari Kerajaan Alas di Timor- Timur itu duduk berdiskusi bersama Daniel Tagu Dedo dan Tim Sukses bakal Calon Gubernur Nusa Tenggara Timur itu. Ini pesan Ratu Azia kepada Daniel jika kelak ia duduk di kursi kepemimpinan NTT. “Saya hanya berharap kepada bapak, mohon untuk kedepan bisa melihat jeritan hati rakyat kami warga Timor-Timur yang memilih bersama Indonesia. Sekian lama saya bersama mereka, tapi rintihan hati mereka, jiwa-jiwa yang mengharapkan ada sentuhan tangan pemimpin untuk melayani mereka”, kata Ratu kepada Daniel Tagu Dedo, di rumah kediaman Raja Amfoang, Robby G.J. Manoh di Sikumana, kamis, (09/3).

Tagu Dedo pada kesempatan itu langsung menjemput bola atas permintaan sang Ratu. Sosok Daniel ini menilai, hal yang disampaikan Ratu adalah persoalan kemanusiaan yang tidak bisa dibiarkan begitu saja, apalagi sekian ribu warga Tim-Tim yang memilih bergabung dengan Indonesia waktu itu adalah karena begitu mencintai NKRI. Sebab itulah, ia pada kesempatan itu langsung melakukan komunikasi dengan Tim Relawan Jokowi Presiden agar sesegera mungkin permintaan sang Ratu ini bisa diteruskan sampai ke Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo.

“Ini adalah hal kemanusiaan, dalam konteks ini saya bukan melihatnya dalam kaca mata politik, melainkan kemanusiaan itu yang perlu diperhatikan. Ratu bersama rakyatnya memilih bergabung ke Indonesia itu sesuatu yang luar biasa dan patut untuk kita refleksikan diri, bagaimana tentang kehidupan yang mereka jalani saat ini. Saya sedih dan terharu mendengar suara sang Ratu yang memohon kepada pemerintah. Ini akan sampai ke bapak Presiden melalui relawan Jokowi Presiden yang ada di NTT saat ini”, kata Daniel.

Terpancar harapan Sang Ratu Azia Boromeo ini ketika ia sedikit menceritakan juga tentang perjuangan sang Ayahnya dengan rakyat waktu itu untuk bergabung bersama Indonesia. Menurutnya, oleh karena perjuangan ayahnya maka ia rela mati dan mempertahankan jiwa dan raganya bersama rakyat meskipun harus hidup dalam keadaan terbatas.

“Saya mempertahankan jiwa dan raga ini demi rakyat yang pada waktu itu bersama ayah saya memilih bergabung ke Indonesia. Meskipun kami susah, banyak persoalan ekonomi yang masih melilit mereka, tetapi saya tetap bertahan dengan mereka. Kami tarik air sama-sama makan dan minum sama-sama dan itu banyak orang tidak tau. Karena perjuangan ayah saya maka saya melanjutkan itu. Saya berharap bapak Presiden bisa melihat jeritan hati ratusan ribu warga kami. Kasihan, karena Indonesia kami ada”, demikian sang Ratu penuh harap.

Daniel Tagu Dedo menegaskan, sebetulnnya dalam konteks ini, bukan lagi dilihat dalam pandangan politik atau karena ada muatan kepentingan, melainkan yang paling prinsip adalah kemanusiaan. Mereka memilih bergabung bersama Indonesia itu bukan tanpa alasan. Dan karena itu, ini perjuangan yang harus dituntaskan.

“Saya benar-benar terharu. Ingat, bukan dalam konteks politik saya berfikir seperti ini, tetapi ini adalah harga diri bangsa yang harus dipertahankan. Saya kebetulan  hal seperti ini masuk dalam program aksi yang diprioritaskan. Karena itu baguslah kalau kita berjuang bersama. Terpilih atau tidak bukan urusan yang terpenting adalah jiwa-jiwa ini harus bisa di tolong”, kata Daniel sewaktu makan malam bersama Sang Ratu dan Raja Amfoang. (tim-humas-daniel-tagu-dedo)

Roby G Manoh :  Tidak Ada Raja-Raja Timor Yang Berikan Dukungan Politik

Kupang – Raja Amfoang, Robby G.J. Manoh secara tegas menegaskan bahwa sampai dengan saat ini, tidak ada Raja-Raja di Pulau Timor yang resmi memberi dukungan politik kepada orang-orang tertentu dalam menyongsong hajatan politik Pilgub NTT mendatang. Ia justru mengingatkan bahwa pertemuan yang berlangsung di Soe baru-baru itu hanya membicarakan hal-hal penting salah satunya tentang masa depan anak dan tenaga kerja.

“Jadi sebenarnya pertemuan di Soe waktu itu tidak ada pernyataan yang mendukung oknum-oknum tertentu. Kami waktu itu hanya lebih mendiskusikan tentang bagaimana-anak-anak kita bisa terhindar dari Narkoba dan masalah tenaga kerja yang selama ini diperbincangkan. Secara spesifik mendukung si A atau si B itu tidak ada”, tegas Roby, di kediamannya, kamis, (09/3)

Pada kesempatan tersebut, ia mengutarakan bahwa dalam fakta politik, biasanya hajatan politik seperti ini ada calon-calon yang mulai bergerilya mencari dukungan dari para raja. Tetapi, hasil dari perbincangan politiknya itu sama sekali tidak terealisasi ke masyarakat. Penyesalan ini kata Roby adalah salah satu yang membuat para raja juga harus lebih hati-hati sebab momentum politik ini banyak raja yang dicari.

Pada kesempatan itu, secara khusus, untuk wilayah Amfoang, sebagai Raja yang memiliki batas wilayah sampai ke Negara Tetangga itu merasa heran kalau daerahnya sampai dengan saat ini kurang mendapat perhatian dari pemerintah, termasuk Pemerintah Kabupaten Kupang. Apa yang dijanjikan kepada para Raja dan masyarakat waktu itu sama sekali tidak nampak dalam program kerja.

“Apa yang dibuat disana. Lihat saja bagaimana wilayah itu. Saya mau tanya, siapa diantara pemimpin yang membangun rumah kerajaan atau seperti itu. Nanti momen-momen seperti ini baru mulai cari Raja. Inikan aneh”, kata Roby.

Pada kesempatan itu, ia menambahkan, masyarakat di wilayah Amfoang khususnya yang berbatasan langsung dengan Timor Leste secara ekonomi masih sangat sulit. Apa yang disampaikan Ratu Azia Boromeo dari kerajaan Alas kata Roby adalah bukti bahwa negara ini harus lebih banyak memperhatikan masyarakat di wilayah perbatasan.

“Ratu Azia Boromeo datang kesini dan sudah menceritakan banyak hal. Sebagai raja diwilayah Amfoang kita berharap persoalan yang disampaikan Ratu ini bisa dijawab Presiden Joko Widodo dan pemda NTT. Masyarakat yang Ratu pimpin itu juga berada diwilayah Amfoang dan mereka adalah warga Negara yang perlu mendapat perhatian serius. Saya melihat bahwa rencana dan Program Aksi dari Pak Daniel ini pas dan menyentuh kebutuhan masyarakat Adat. Kalau model seperti ini maka kami bisa dukung karena masuk dalam program aksinya”, kata Roby. [tim-humas-daniel-tagu-dedo]

Komentar Anda?

Related posts