Kupang, Lensantt — Kisruh dalam proses pemilihan struktur kepemimpinan Koperasi Kredit (Kopdit) Swastisari kini mencuat ke publik dan memicu perhatian luas. Yohanes Sason Helan, yang sebelumnya dinyatakan unggul dalam pemilihan ketua, mengaku heran sekaligus kecewa setelah posisinya tiba-tiba digantikan oleh Wilem Geri dalam proses yang dinilai tidak transparan.
Sason Helan menegaskan bahwa dirinya telah melalui seluruh tahapan pemilihan sesuai prosedur yang berlaku, bahkan meraih kemenangan dengan perolehan suara signifikan dari anggota koperasi.
“Prosedur sudah kami jalankan sesuai aturan, dan saya menang dengan lebih dari 2.000 suara,” ungkap Sason Helan kepada awak media, Senin (27/4/2026).
Namun demikian, hasil tersebut seolah dianulir dalam dinamika lanjutan yang tidak ia pahami. Ia menduga ada skenario yang telah disusun oleh oknum tertentu sejak awal proses pencalonan untuk menggagalkan dirinya memimpin Kopdit Swastisari.
Menurutnya, kejanggalan sudah mulai terasa sejak tahap awal pencalonan. Ia menyebut, saat mendaftar, dirinya mencalonkan diri sebagai ketua, sementara Wilem Geri berada pada posisi calon wakil. Akan tetapi, dalam perkembangan berikutnya, justru terjadi pergantian posisi yang dinilai tidak sesuai mekanisme.
“Waktu pendaftaran, saya di posisi ketua dan Pak Wilem sebagai wakil. Saya menang, tapi tiba-tiba beliau yang ditetapkan sebagai ketua. Ini yang menjadi tanda tanya besar,” tegasnya.
Lebih lanjut, Sason Helan juga menyoroti adanya proses pemilihan ulang melalui voting setelah dirinya dinyatakan menang. Ia menilai langkah tersebut bertentangan dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) koperasi, yang menegaskan bahwa keputusan tertinggi berada di tangan anggota melalui pemilihan langsung.
“Setelah saya menang, malah ada pemilihan ulang. Ini yang menurut saya tidak sesuai dengan aturan yang berlaku di koperasi,” ujarnya.
Ia menilai, kondisi ini tidak hanya merugikan dirinya secara pribadi, tetapi juga berpotensi merusak kepercayaan anggota terhadap tata kelola Kopdit Swastisari. Konflik internal yang berkepanjangan dinilai dapat berdampak pada stabilitas organisasi dan pelayanan kepada anggota.
Sason Helan, yang mengaku telah mengabdi selama 29 tahun di Kopdit Swastisari, menyebut bahwa konflik semacam ini baru pertama kali terjadi sepanjang keterlibatannya.
“Saya sudah pimpin Kopdit Swastisari selama 29 tahun, dan baru kali ini terjadi konflik internal seperti ini. Ini sangat disesalkan,” pungkasnya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak pengurus maupun Wilem Geri terkait polemik tersebut. Situasi ini diharapkan segera mendapatkan klarifikasi agar tidak menimbulkan spekulasi yang lebih luas di kalangan anggota koperasi. (Ikz)

