Kupang,lensantt.com – Kota Kupang saat ini bisa dibilang maju begitu pesat. Namun, sayang ditengah kemajuan kota ini masih ada juga warga yang jauh dari sentuhan pemerintah.
Mereka hidup seadanya bahkan  kekurangan, jangankan pakaian baru untuk membeli makan sehari-hari saja masih belum bisa tercukupi.
Siti abdulah saat di ruang tamu
Hal ini juga terjadi Pada Siti Abdulah (70) Seorang wanita paruh baya yang kini berstatus janda.
Saat ini Siti tinggal bersama  anak perempuannya Fatimah Abdulah dan 3 orang cucunya di sebuah rumah reot tepatnya di Rt. 16 Rw. 06 kelurahan Penfui Kota Kupang.
Saat awak media berkunjung ke kediaman Siti dan melihat langsubg keadaannya. Memang rumah yang mereka tempati tidak lagi layak di huni.
 
Karena hampir separuh atap rumah tersebut bocor sehingga air akan masuk dimusim penghujan saat ini.
 
 
Kepada media ini Kamis (13/02/2020), Siti mengisahlan semenjak ditinggal  suami beberapa tahun lalu. Hidup mereka mulai terpuruk.
Bersama anaknya ia berjuang bekerja apa saja demi mempertahankan hidup. ” saya bekerja apa saja yang penting bisa makan,” ujar dia.
Mulai kerja serabutan, tukang cuci dan banyak pekerjaan sudah ia lakoni. Namun, apa yang ia lakukan itu belum bisa menutupi kebutuhan hidup sehari-hari.
Jangan ditanya soal penghasilan, dengan 20-30 ribu/ hari sudah dapat dipastikan uang tersebut tidak dapat mencukupi kebutuhan mereka.
Ditempat yang sama Fatimah Abdulah yang adalah anak kandungnya mengakui, kalau pendapatan mereka sangat minim.
” Apa yang kami dapat tidak bisa mencukupi kebutuhan kami,” ujarnya.
Ia mengatakan, karena atap rumah  bocor maka saat hujan mereka berlima tidur di ruang tamu.” Kalau hujan kami tidur diruang tamu,” tegasnya.
Penghsilan itu didpat dari dirinya menjual kue dan ibunya mencuci pakaian tetngga. Ia mengakui, dengan kondisi Siti yang semakin tua dia (siti) tidak bisa menerima cucian dalam jumlah banyak.”Saya jual kue dan mama cuci pakaian orang,” ujarnya.
Wanita asal Adonara, Flores Timur ini menegaskan, selama ini mereka tidak mendapat bantuan dari pemerintah.
” Kami tidak dapat bantuan pemerintah,” ujarnya.
Sudah berulang kali pihak dinas sosial kota kupang maupun pihak kementrian datang mengambil gambar dengan alasan untuk memperbaiki rumah mereka.
Namun, setelah mengambil gambar mereka tidak pernah kembali.”Sudah berulang kali ada yang datang foto rumah kami katanya mau dapat bantuan tapi setelah itu mereka menghilang,” kata dia.
Ia menegaskan, ada beberapa calon anggota DPRD sempat datang dan memberi janji yang sama saat pileg.
“Ada juga calon anggota DPRD yang datang katanya mau bantu tapi habis itu hilang,” tegasnya.
Ia hanya pasrah dengan keadaan yang ada dan terus berusaha untuk mempertahankan hidup dengan kemampuan yang ada.
“Saya dan mama pasrah sambil berusaha dengan kemampuan kami,” ungkapnya terbata-bata. (Ikz)
Baca Juga :  Wujudkan Kota Smart City, Pemkot Kupang Luncurkan Aplikasi  Qlue 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here