Kupang, LensaNTT- Seorang pasien yang bernama Johanes Josten yang menderita paru paru dan dirawat inap di ruang Anggrek 1 Rumah Sakit Swasta Mamami akhirnya meninggal sekitar pukul 11.40 Wita siang tadi. Almarhum masuk rumah sakit sejak kemarin (4/4/2014) pukul 18.00 petang  dan sempat mendapat suntikan, menurut salah seorang keluarga pasien dikatakan pasca mendapat suntikan almarhum mengalami kejang kejang. Dan keesokan harinya pasien ini meninggal dan disambut jeritan histeris adik alharmahum yang bernama Roni Josten yang berdasarkan pantauan media tidak terima atas kematian kakaknya.
Saat dikonfirmasi diruang Kepala Keperawatan dan bertemu Ibu Suti, Dikatakan bahwa pasien ini memang benar limpahan dari RS Dharmais Jakarta, namun dirinya tidak berwenang menjelaskan terkait tindakan medik yang disebut sebut beberapa keluarga pasien menyebabkan kematian almarhum secara tiba tiba. ‘Nanti ya biar Dr Arjun yang menjelaskan terkait kematian almarhum Johanes Josten’, kata Suti. Ia sempat menyampaikan bahwa pihak direktris rumah sakit sedang berada di Eropa ketika para wartawan hendak meminta konfirmasi ke manajemen Rumah Sakit.
“Lebih lanjut keluarga pasien yang lain yang bernama Gaby Josten mengatakan, bahwa dirinya ikhlas menerima keadaan apapun terkait kematian kakaknya dan tidak pernah berpikir ada malpratik di rumah sakit Mamami, ‘saya yakin tindakan medis sesuai prosedur’, kata Gaby menutup pembicaraannya. (Risdiyanto)

Komentar Anda?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here