Jakarta,lensantt.com – kebijakan Menpora Imam Nahrawi yang menerbitkan SK No.01307 tanggal 17 April 2015 menjadi polemik diantara pejuang sepak bola Indonesia. Kebijakan tersebut membuat jefry Riwu Kore meradang dan meminta agar DPR.RI segera menggelar pansus terkait SK tersebut.

Menurut dia, pemerintah Indonesia tidak mempunyai niat baik terkait permasalahan PSSI padahal, sudah banyak unsure yang berniat membantu menyelesaikan masalah tersebut. Ia menambahkan, jika benar ada permasalahan tentunya sudah dibawa keranah hukum “Kalau ada permasalahan hukum tentu sudah diproses secara hukum. Jika di PSSI ada penjahatnya kenapa tidak di tangkap? Saya minta diselesaikan pansus saja agar pubik tahu mana letak tidak masuk akalnya dan siapa penjahatnya,” ungkap Jeriko geram.

Baca Juga :  Ini Rahasia Keganasan Trisula Maut Barcelona

Hal tersebut terungkap saat Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) jeriko bersama stakeholder sepakbola di seperti Komite Adhoc Penyelamat PSSI dan KOI mengkritisi kebijakan yang di gelar di gedung DPR.RI rabu, (22/02/2016).

Politisi cerdas yang pernah dikukuhkan sebagaimantan mahasiswa teladan seluruh Indonesia tahun 1986 ini mengungkapkan, terkait masalah tersebut pihaknya sudah sempat dianalisi dan hasilnya tidak ada persoalan mendasar antara PSSI dan Kemenpora dianggap.

“Masalah ini tidak mendasar dan tidak masuk akal,” katanya.

Jefri menambahkan, persoalan antara PSSI dan Kemenpora semakin tidak jelas. “Lihat saja, atlet-atlet kebanggaan kita mulai bermain di negara-negara lain. Hiburan masyarakat juga akhirnya harus dihilangkan dan tentu masih banyak lagi,” pungkasnya. (Ikz/IHO)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here