Kupang,lensantt.com – Forum Mahasiswa Peduli Kemanusian (FMPK) provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) meminta agar Pemerintah Provinsi (Pemprov) dan Kepolisian Daerah (Polda) NTT segera menggelar Autopsi ulang tubuh  dua Orang  Tenaga Kerja Wanita (TKW) asal kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) Yufrida Selan dan Dolvina Abuk TKW Asal kabupaten TTU.

“Kami minta pemrov dan Polda NTT segera melakukan Autopsi ulang jenasah kedua TKW ini, “ Kata Koordinator FMPK-NTT Inosentio Naito kepada wartwan ketika menggelar peretemuan dengan dengan anggota Komisi 5 DPRD NTT, Senin (25/07/2016).

Naitio menegaskan, Autupsi ulang perlu dilaksanakan karena diduga sebagian organ tubuh kedua TKW tersebut telah diambil,”Ini sangat perlu karena diduga sebagian organt tubuh kedua jenasah tersebutn sudah diambil,” tegasnya.

Selian itu pemprov NTT juga didesak, agar segera menginstruksikan kepada semua kepala daerah dikabupaten/kota supaya serius menangani kasus Human Trafficking. FMPK-NTT menharapkan, para pelaku tindak pidana perdagangan orang dihukum sesuai aturan yang berlaku.

“Kami harap semua pelaku di beri hukuman yang seberat-beratnya,” kata dia.

Dikisahkannya, pada tanggal,13Juli 2016 pihak keluarga mendapat informasi salah satu anggota BPTKI kalau Yufrida Selan telah meninggal dunia dengan cara menggatung diri di dapur tempat korban bekerja pada tanggal,13Juli 2016 . untuk Keluarga diminta untuk menjemput jenazah korban di bandara El-tari Kupang pada tanggal 14 Juli 2016.

Ia menambahkan, setelah menerima jenasah keluarga sempat kaget melihat identitas korban karena nama yang tertera dalam Kartu Tanda Penduduk (KTP) bukan atas nama korban melainkan atas nama Melinda Sapay yang beralamat di Camplong, kecamatan fatuleu kabupaten Kupang.

“Ini perlu diberantas, kami kaget saat melihat identitas bukan atas nama korban,” pungkasnya.(ikz)

Komentar Anda?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here