Ilustrasi Sawah Diserang Hama

SoE, lensantt.com,- Lantaran sering diserang hama para petani desa Bena, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) mulai resah pasalnya serangan hama tersebut membuat hasil panen semakin berkurang.

“Hama tersebut sudah ada sekitar kurang lebih 3 tahun lalu,” kata Edhi Nenotaek warga RT 03 Flobamor dusun Simok desa Bena kepada wartawan beberapa waktu lalu.

Ia menjelaskan, untuk membasmi hama tersebut para petani sudah menggunakan semua jenis obat-obatan namun upaya mereka belum berhasil. Hal itu disebabkan karena para petani tidak mengetahui jenis hama yang menyerang tanaman mereka. Ia menambahkan, rata-rata petani desa Bena memiliki area persawahan sekitar 2,5 hektar. “Lahan kami kira-kira 2,5 hektar bahkan lebih,” tuturnya.

Baca Juga :  185. 455 Pemilih Di Provinsi NTT Tidak Kantongi NIK

Nenotaek mengatakan, dirinya sangat kesal dengan pemerintah dan DPRD karena sampai dengan saat ini mereka tidak pernah memperhatikan para petani di desa tersebut. “Pemerintah dan DPRD tidak pernah melakukan pantauan terhadap sawah-sawah kami,” tegasnya.

Saat ini Nenotaek telah membentuk kelompok tani dengan nama “Tunas Baru” namun semenjak terbentuknya kelompok tani tersebut belum pernah ada bantuan dari Dinas Pertanian. “Kalau bisa Dinas Pertanian perhatikan petani,” ungkapnya.

Ia mengharapkan, pihak pemerintah segera menyelesaikan permasalahan yang dihadapi para petani. (Erick)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here