Ama Rihi Jaka Nama Sabu Presiden RI, Ini Artinya

  • Whatsapp
Kupang,lensantt.com- Masyarakat Sabu Raijua memberi nama Sabu ama Rihi Jaka Untuk Presiden Republik Indonesia Joko Widodo.
Pemberian nama ini merupakan, penghargaan terhadap Joko Widodo karena telah menggunakan pakaian adat Sabu pada sidang MPR.RI beberapa waktu lalu.
Bupati  Sabu Raijua Drs. Nikodemus Rihi Heke, M.Si  kepada media ini Selasa, (18/08/2020) menjelaskan, pemberian nama itu karena ingin presiden RI Jokowi  menjadi bagian dari keluarga besar rakyat Sabu Rsijua.
“Saat pidato kenegaraan dalam sidang tahunan MPR RI di Jakarta, merupakan sebuah bentuk penghargaan tertinggi sekaligus telah mempromosikan hasil karya intelektual leluhur Sabu Raijua kepada mata Indonesia maupun dunia, meskipun Sabu Raijua berada di pulau terluar dan terselatan Indonesia,” kata Bupati
ARTI NAMA RIHI JAKA
Menurut Bupati Sabu Raijua menjelaskan, penggunaan nama itu punya arti tersendiri.
RIHI mudde Para Mengingi dan Jaka Muri Lai.
Jika digabungkan maka arti Rihi Jaka
Yakni, Setiap makluk hidup (tumbuhan) akan selalu berkembang/ atau memunculkan tunas yang baru.
Tunas itu, akan selalu diberkati kesejahteraan dan kemakmuran. “Ada arti yang mendalam dari nama itu,” jelasnya.

Menurutnya, Presiden Jokowi telah menunjukkan kepeduliannya terhadap daerah terluar. Dirinya hanya bisa berdoa agar Presiden Jokowi dan keluarga selalu dalam lindungan yang maha kuasa saat menjalankan roda pemerintahan dan melayani masyarakat Indonesia.

Masyarakat melalui bupati menyematkan nama khas Sabu Raijua kepada Presiden Jokowi dengan sebutan “Jaka Muri Lai, Rihi Mude Para Mengngi” atau nama panggilan “Ama Rihi Jaka”, yang diartikan dalam bahasa Indonesia menjadi Selalu Bertunas dan Diberkati Kesejahteraan serta Kemakmuran, yang secara utuh berarti setiap makhluk hidup akan terus bertumbuh dan akan terus diberikan kemudahan, serta kemakmuran dalam hidup.

Read More

“Mewakili masyarakat Sabu Raijua kami menyampaikan terimakasih kepada ketua Dekranasda Nusa Tenggara Timur ibu Julie Laiskodat, yang tidak henti-henti mempromosikan warisan leluhur Sabu Raijua agar lebih dikenal dunia,” ucap Nikodemus Rihi Heke.

Ia menambahkan, pemerintah dan masyarakat akan menjadikan sebagai motivasi tersendiri untuk terus menggali potensi yang ada, agar Sabu Raijua semakin dikenal dunia walau dengan keterbatasan yang ada. (Ikz)

Komentar Anda?

Related posts