More
    BerandaKota KupangTangguh Bencana, Gereja Maranatha Oebufu Gandeng BPBD Kota Kupang Gelar Pelatihan

    Tangguh Bencana, Gereja Maranatha Oebufu Gandeng BPBD Kota Kupang Gelar Pelatihan

    Kota Kupang, lensantt – Gereja sebagai wadah jemaat pastinya punya perhatian serius dalam melihat jemaat.
    Kepedulian gereja sudah ditunjukan melalui berbagai segi. Bahkan, gereja juga memikirkan bagaimana mengantisipasi hala-hal yang tidak diinginkan.
    Hal ini yang dilakukan gereja Maranatha Oebufu melalui Bidang Gerakan Siaga Bencana (GSB)
    ketua bidang GSB jemaat Maranatha Oebufu Polce Pandi kepada media ini disela- sela pelatihan siaga bencana Sabtu, 22 Maret 2025 mengatakan, pihak gereja melakukan Pelatihan siaga bencana agar bisa mawas diri saat di terpa bencana.
    “Kita harus sudah siap, bencana datang tanpa kita ketahui,” ujarnya
    Ia menjelaskan, Peningkatan kapasitas tangguh bencana di lingkup gereja agar dapat ditanggulangi sedini agar bisa mengurangi dampak yang terjadi.
    ” karena kita tahu bahwa bencana itu bisa terjadi sewaktu-waktu hal ini perlu kita sikapi supaya jemaat benar-benar bisa mendapat edukasi dan tindakan-tindakan praktis terkait dengan di mana menanggulangi bencana,” kata dia
    Dengan adanya anggota relawan tangguh bencana dijemaat Maranatha Oebufu maka tentunya bisa mengurangi resiko yang ada.
     ” GSB jemaat Maranatha oebufu  membentuk tim relawan tangguh bencana yang tugas mereka adalah nanti melalui pelatihan-pelatihan dan sosialisasi dan simulasi akan ditindaklanjuti agar jemaat dapat mengantisipasi kondisi tersebut sehingga nanti juga di lingkup jemaat harus tahu apa yang harus mereka lakukan ketika mereka menghadapi bencana.,” kata dia.
    Mantan pemain Sepak Bola ini juga mengatakan, Tujuannya adalah untuk masyarakat dapat merasakan kinerja dari GSB.
    Ia berencana ke depan, akan membentuk rayon tangguh bencana  di lingkup jemaat akan menjadi project pilot agar jemaat bisa memahami apa itu bencana dan bagaimana mereka mengatasi bencana tersebut.
    ” pihak gereja akan membentuk rayon tangguh  bencana yang berpusat pada rayon 18 karena di titik tersebut sering mengalami bencana hal itu sudah terjadi beberapa waktu lalu dan mengakibatkan orang meninggal dunia,”  ucapnya.
    Menurut dia,  titik tersebut sering dihantam oleh bencana baik itu Seroja maupun tanah longsor sehingga rayon tersebut harus menjadi perhatian khusus.
    Ia menegaskan, Pihaknya  dengan pihak pemerintah kota melalui BPBD dalam jangka waktu yang panjang karena gereja yang akan menanggulangi jika terjadi bencana di kalangan jemaat
    “Ya berharap semua teman-teman yang telah masuk dalam tim siaga bencana jemaat Maranatha oebufu dapat mensosialisasikan ke jemaat bagaimana melindungi diri bagaimana menanggulangi bencana dan semua yang telah diperoleh dalam kegiatan tersebut
    Sementara itu Ketua Majelis Jemaat (KMJ) Pdt. Yusuf Nakmofa mengatakan, Gereja Maranatha menyambut baik ini kegiatan-kegiatan yang dilakukan.
    Hal ini perlu dilakukan karena, jemaat wajib mendapat perlindungan  dengan sebaran jemaat yang cukup luas maka perlu ada pelatihan tersebut.
    ” Kami ada  27 RAYON,” tegasnya.
    Menurut dia,  ini sebenarnya sebagai upaya edukasi atau pendidikan bagi para relawan dalam hal pemahaman mereka tentang apa itu bencana.
     bagaimana cara mencegah dan juga menolong saat terjadi bencana. Lanjutnya,  peran-peran relawan itu seperti apa akan dilatih dalam kegiatan pelatihan itu
     Dirincikan, ada 54 tenaga relawan  dari 27 rayon yang ikut dalam pelatihan tersebut.
     untuk kita berharap bahwa kegiatan itu dapat diikuti dengan baik. Hal ini dorong ada terciptanya sejumlah relawan-relawan tangguh yang menjadi perpanjangan tangan gereja dalam menghadapi bencana yang sewaktu-waktu bisa terjadi di Maranatha .
    “Nah khusus untuk merenata ini kami punya satu anggap penting untuk gereja bisa membentuk ini gsb dan mempersiapkan warga-warga yang tangguh untuk menghadapi bencana,” kata dia.
    Di tempat yang sama kepala bidang kesiagaan BPBD kota Kupang Else Djioen Kabd kesiap siagaan, menegaskan bahwa pihak BPBD telah melakukan kegiatan yang sama di beberapa gereja selain itu mereka juga masuk ke sekolah-sekolah dan rumah sakit hal itu dilakukan supaya ketika terjadi bencana semua warga kota Kupang dapat menyelamatkan diri atau melindungi diri dengan ilmu-ilmu yang dibagikan oleh BPBD
    ” Ya  beberapa program strategis yang dilakukan oleh BPBD, diantaranya siaga gereja siaga pasar dan siaga rumah sakit,” kata dia.
    Dia juga mengucapkan terima kasih kepada pihak Gereja Maranatha Gofur yang telah memberi ruang kepada mereka untuk memberi pelatihan relawan tangguh bencana.
    Terima kasih yang sama juga disampaikan kepada pihak Sinode GMIT yang telah menyiapkan pembentukan badan siaga bencana di setiap gereja.(Ikz)

    Komentar Anda?

    Must Read

    spot_img
    error: Tidak boleh di Copas