Bajawa, Lensantt – Pasca Kristoforus Loko lengser dari Ketua DPRD Ngada karena dipecat dari Partai Golkar oleh Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Tingkat II pimpinan Laurensius Pea karena dianggap telah mengundurkan diri dari keanggotaan Partai Golkar Kabupaten Ngada. Perlawanan sengit antar kader Golkarpun terjadi, karena kabarnya usulan DPD II Partai Golkar terkait calon ketua DPRD Ngada dianggap cacat proses, Hal ini pernah terungkap manakala salah kader Golkar Vinsensius Kua secara terang terang kepada wartawan mengungkapkan hal tersebut (1/2/2014). “Saya merasa kecewa terhadap proses yang dilakukan ketua DPD II Golkar Laurensius Pea yang tidak transparan dan terkesan ada yang disembunyikan”, Kata Vinsensius. Menurutnya, Pleno usulan penetapan calon ketua DPRD dilaksanakan pada tanggal 23 Januari 2014 dan awalnya dirinya tidak tahu dan tidak diundang, justru ia mengetahui rapat pleno itu dari kader Golkar lainnya yakni Dominikus Bhegu.

Mendengar ada rapat pleno dirinya dengan serta merta meluncur ke kantor DPD II Golkar di Bajawa, padahal rumah Vinsensius ada di Aimere yang berjarak kurang lebih 48 Km. “ Meski terlambat Saya sempat mengikuti rapat”, Katanya. “Kok aneh surat dari DPD Propinsi NTT dan lampirannya tidak dibagikan pada peserta pleno untuk dibahas”, sambung Vinsensius sembari menggelengkan kepala. “Pleno itu tidak sah”, kata Vinsensius Kua, “maka dari itu saya mengirimkan surat keberatan kepada Ketua DPD I Partai Golkar Propinsi NTT tertanggal 27 Januari 2014.

Demikian hal senada diungkapkan Idin Saidin Kader Golkar yang baru dilantik pada tanggal 23 Januari 2014, bahwa pada saat pleno partai Golkar untuk usulan calon ketua DPRD dirinya belum dilantik sebagai anggota DPRD yang menggantikan Kristoforus Loko pada pergantian antar waktu. “Ini artinya Fraksi Golkar belum lengkap”, tegas Idin Saidin.

Bantahan dari Anwar Pua Geno Pengurus DPD I Golkar yang juga anggota DPRD Propinsi NTT via seluler, menyangkut retaknya dukungan dari internal partai Golkar dari Ngada terhadap penetapan satu calon  Ketua DPRD dari Fraksi Golkar  yang akan diusulkan ke Paripurna DPRD Ngada yang dijadwalkan hari ini (Rabu 19/2/2014), “Itu tidak benar”, tegas Anwar. Lebih lanjut dirinya juga mengatakan, bahwa soal proses usulan dari DPD II ke DPD I tidak ada cacat. “Mereka di Ngada kan sudah usul tiga orang dan DPD I dalam hal ini pak Medah menunjuk pelaksana harian untuk ditetapkan sebagai calon ketua DPRD, apalagi kan ketua disana sarjana sedang yang lain tidak”, kata Anwar. “Ini sesuai aturan Partai”, tegasnya.

Dikatakan ia tidak kuatir manakala ada isu bahwa dalam paripurna DPRD Ngada akan menolak calon ketua DPRD Ngada dari Fraksi Golkar yaitu Laurensius Pea yang dianggap sebagian kalangan menyalahi undang undang, “Dasar apa mereka menolak, ini urusan intern Partai kami”, kata Anwar dengan nada heran.

Saat ditanyakan terkait isu tidak kompaknya Faksi Golkar terkait calon ketua DPRD yang digadang gadang Fraksi Golkar, Wakil ketua DPRD Ngada, Paulinus No Watu mengatakan kepada wartawan (Rabu 19/2/2014) via seluler bahwa Paripurna bisa juga diulang bila dewan menolak menetapkan calon ketua DPRD Ngada sembari minta golkar menyelesaikan lagi kemelut partainya. “ya diulangi lagi to paripurnanya”, tegas Paulinus. Namun dirinya tidak mau berandai andai dan paripurna hari ini diharapkan berjalan mulus dan meminta wartawan menghubungi Moses Mogo Wakil Ketua DPRD Ngada yang  akan memimpin paripurna hari ini. Namun ketika dihubungi handphone Moses Mogo mengatakan bukan dirinya yang memimpin rapat tetapi Paulinus No Watu, ia hanya bertugas mengamankan usulan dari internal Partai Golkar. Disinggung akan terjadi polemic Moses menegaskan, “Lihat Saja perkembangannya, repot juga kalau wartawan dapat bocoran konflik”. (Anto, Ikzan)

 

Komentar Anda?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here