Kefa,lensantt.com – Raymundus Sau Fernandes,  nama yang sudah sangat dikenal di Dunia Politik.
Ia sudah membuktikan, Ketika selalu menjadi pemenang dalam pertarungan politik.
Bupati Kabupaten TTU ini kini merambah dunia pertanian belasan jenis tanaman Holtikultura ia tanam.Tanaman organikpun menjadi pilihan Raymundus Fernandes. Karena menurut dia, Bahan organik lebih mudah didapat dan juga akan lebih baik untuk  kesehatan manusia.
” Saya pilih tanaman organik,” kata Raymundus Fernandes Kepada media ini Sabtu (01/07/2020).
Untuk merawat tanaman tentunya membutuhkan air. Sehingga, ia menggunakan sistem irigasi tetes air.
“Jadi saya gunakan irigasi tetes lebih memudahkan untuk pepaya sekitar 3 jam saja nanti 4 hari lagi baru disiram,” tegasnya.
Keputusan untuk membuka lahan pertanian kata dia, sebenarnya untuk memberi motivasi kepada masyarakat TTU agar fokus membangun pertanian.
“Ini sebenarnya juga motivasi bagi masyarakat Kabupaten TTU,” Tegasnya.
Selain itu, langkah yang diambil merupakan implementasi dari program pemerintah Daerah TTU yakni, “Gerakan Cinta Petani Menuju Pensiun Petani”.
“Dengan masyarakat TTU  dengan budaya patriarkat maka dirinya selalu berusaha memberi contoh,” tegasnya.
Demi mngembangkan, pertanian  tersebut, Ray Fernandes telah menyiapkan dua buah lahan  yakni, lokasi Naen Kelurahan Tubuhue, Kecamatan  Kota Kefamenu dengan luas sekitar 8 Ha dan lokasi Rens Kelurahan Tubuhue , Kecamatan Kota Kefamenanu dengan luas sekitar 40-an Ha.
Sebagai uji Coba, ntuk Lokasi Naen saat ini digarap kurang lebih 2 Ha dan Rens Sekitar 8 ha.
“Ini uji coba kalau berhasil maka saya penuhi dengan tanaman,” tegasnya.

Sulap Bukit Batu Jadi Lahan Hijau

Bupati Kabupaten TTU saat membersihkan tanaman

p

Bukan Ray Fernandes namanya,  jika apa yang menjadi tujuan tidak dicapai. Ia juga layak di mendapat julukan “Raja Pertanian” bagaimana tidak seorang Ray mampu merubah sebuah bukit Batu menjadi lahan hijau.
Sosok Raymundus Fernandes patut dicungi jempol karena kerja kerasnya, Bukit seluas 40 Ha itu awalnya di penuhi dengan batu namun kini terlihat hijau saat dipenuhi dengan tanaman.
“Dulu lokasi ini dipenuhi dengan batu,” kata dia.

Tidur 2-4  Jam Sehari

Tak salah jika Ray Fernandes dijuluki pekerja keras bagaimana tidak dalam sehari ia hanya tidur 2-4 jam pasalnya, ketika pagi menjelang ia harus menjalankan aktifitasnya sebagai seorang bupati.
Dan sorenya, ia kembali beraktifitas di dua kebun terdebut.
Ia sempat berceritera, kalau banyak warga atau rekannya sempat meminta agar dirinya tidak lagi bekerja sebagai petani karena hanya mengotori tangannya.
Namun dengan tenang ia menjawab, yang namanya petani harus kotor karena bersentuhan dengan tanah.
“Ada yang bilang ke saya supaya jangan lagi bekerja sebagai petani karena hanya mengotori tangan, saya jawab ke mereka yang namanya petani tangannya harus kotor,” jelasnya.

Dipenuhi Buah-Buahan

Bupati TTU ini memilih untuk menanam buah-buahan belasan jenis buah-buahan  ia tanam di lokasi tersebut seperti, buah pepaya, buah anggur, buah ara dan berapa jenis buah-buahan lainnya.
“Banyak jenis buah yang saya tanam diantarannya, pepaya, buah anggur, buah ara, ” kata dia.
Bukan tidak beralasan ketika buah-buahan menjadi pilihan utama, menurut dia, NTT masih kekurangan buah.”kita kekurangan buah sehingga masih banyak warga kurang konsumsi buah,” kata dia.
Ia menambahkan, jika provinsi NTT fokus menanam buah maka harga buah pastinya akan sangat murah.
 
“Kalau banyak buah harga murah dan semua orang mampu beli untuk konsumsi,’ tegasnya.

Olah Makanan Basi Jadi Compos

Bupati Kabupaten TTU Raymundus Fernandes juga  mengubah Makanan Basi (Nasi) menjadi Compos untuk menyuburkan tanah.

Baca Juga :  Gedung SD Inpres Tepas Rampung

“Ada beberapa elemen yang saya pakai untuk buat Compos salah satunya makanan basi,” Kata Raymundus Fernandes

Bahan yang dipakai yakni, Nasi basi  sayur basi, ilalalang dicampur dengan gula merah dan diolah.

“Saya olah dengan, Sayur Basi, Ilalang, dan beberapa bahan lainnya kemudian dicampur dengan gula merah,” tegasnya.

Sebenarnya, compos ini sudah ia buat dari beberapa tahun lalu.bahkan, ia sudah melakukan uji laboratorium sebanyak dua kali.

“Saya sudah lakukan uji lab 2 kali ” kata dia.

Dirinya masih akan melakukan uji laboratorium, jika hasilnnya tidak jauh beda dengan hasil sebelumnya maka ia akan memproduksi dalam jumlah besar untuk dijual ke pasaran.

” Kalau hasilnya tidak jauh beda saya akan salurkan ke pasaran,” tegasnya.

Baca Juga :  Kasus Kredit Macet Bank NTT, Kejati Kembali Sita Uang 9 Miliar Lebih

Diakhir perbincangan Ray Fernandes mengatakan, sebenarnya semua manusia mampu meeujudkan mimpi-mimpinya jika dapat mengelola energi postif yang ada di dalam diri masing-masing.

 

“Kita semua bisa berhasil kalau bisa mengelola energi positif kita, kalau kita selalu berpikir tidak mampu itu energi Negatif, tapi setiap melakukan sesuatu yang ada dalam pikiran kita adalah ” kita pasti bisa,” itu energi positif kita,” jelasnya.

 

Ia meyakini, apa yang di buat dengan sungguh-sungguh pasti mencapai hasil yang maksimal,” tegasnya. (Ikz/red)

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here