Permasalahkan KBM, Orang Tua Siswa Di TTS Datangi Kantor DPRD

  • Whatsapp
So’e,lensantt com- Selasa 18/08/2020, beberapa orang tua siswa yakni, Saul Kase, Melkias Saba, Marten Nenosaban, Yunus Heli, Arni Saba, dari desa bisene kecamatan mollo selatan, kabupaten TTS, mendatangi komisi 1 DPRD TTS untuk melaporkan kepala sekolah dan para guru-guru lantaran sering tidak masuk sekolah dan terlambat masuk ruang kelas, sehingga siswa lebih banyak bermain di luar ruangan ketimbang belajar di ruang kelas
“Akibat dari KBM nya tidak berjalan dengan baik, maka ada orang tua yang sudah pindahkan anaknya dari sekolah dasar tersebut ke salah satu sekolah dasar di kota Soe” Kata Saul Kase Kepada media ini Selasa (18/08/2020) di kantor DPRD Kabupaten TTS.
Ia menambahkan, Bukan hanya persoalan KBM, tapi dana bantuan pendidikan melalui Kartu indonesia pintar (KIP) direalisasi satu kali saja yaitu pada tahun 2016.
Sementara iti, Marten Nenosaban mengatakan bahwa,  sebelum adanya covid-19, siswa/i di SD inpres Bisene lebih banyak menghabiskan waktunya di luar ruang kelas dari pada belajar di dalam kelas.
“yang mengakibatkan siswa kebanyakan di luar ruang kelas karena  guru-guru sering tidak masuk sekolah, dan ada dua guru suami istri yang tidak masuk sekolah selama satu tahun, sedangkan yang lain kadang masuk dan kadang tidak masuk, dan kalau masuk juga sudah siang, sehingga proses belajar mengajarnya tidak berjalan dengan baik,” jelasnya.
Lanjut Nenosaban,  sebagai orang siswa menilai  kepala sekolah tidak kerja sama dengan para dewan guru, sehingga proses belajar mengajarnya tidak berjalan dengan baik. Kata Nenosaban bahwa, Karena KBM di SD Inpres Bisene tidak berjalan dengan baik, serta tidak ada kerja sama antara kepala SD Inpres Bisene, Nikolas Manao beserta guru-guru.
” terpaksa saya pindahkan anak saya ke salah satu Sekolah Dasar di kota Soe. Hal ini saya lakukan agar anak-anak saya bisa mengikuti proses belajar mengajar dengan baik. Sambung dia, bukan hanya KBM yang menjadi pengaduan, tapi kami juga menginformasikan bahwa, dana bantuan pendidikan melalui Kartu indonesia pintar (KIP) realisasinya cuman 1 kali saja yang itu pada tahun 2016, selanjutnya tidak ada realisasi lagi sampai dengan sekarang ini, dan Kepala sekola Nikalas Manao yang cairkan dana tersebut baru bagikan kepada 18 orang siswa dengan besaran Rp.450.000 perorang serta pembagiannya di sekolah. jelas Nenosaban,” jelasnya.
Ketua Komisi IV DPRD TTS, Marten Tualak,S.H.M.Si mengatakan, dalam waktu dekat sebelum bulan september 2020, komisi IV DPRD TTS akan mengundang kepala dinas Pendidikan dan Kebudayaan TTS, Korwas, kepala sekolah SD Inpres Bisene, dan semua dewan guru, serta kepala BRI cabang Soe. untuk mengklarifikasi persoalan ini, serta komisi IV juga akan turun langsung ke SD Inpres Bisene untuk uji petik akan kebenaran laporan dari orang tua siswa dari SD inpres bisene. jelas Marten.
Laporan Orang Tua SD Bisene di terima oleh Ketua komisi IV, Marten Tualaka,SH,M.Si bersama anggota komisi IV Robinson Faot, Mateos Lakapu, dan Marleni Lakapu di ruang komisi IV DPRD TTS.
Penulis : Erik Hello
Editor    : Izack Kaesmeten

Komentar Anda?

Related posts