Kota Kupang, lensantt.com – Komitmen Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) Tata Boga Aries dalam mencetak sumber daya manusia yang terampil dan berdaya saing mendapat apresiasi dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (P&K) Kota Kupang. Lembaga pendidikan nonformal tersebut dinilai berhasil membentuk para wirausaha muda yang siap memasuki dunia kerja maupun membangun usaha mandiri di bidang kuliner.
Apresiasi itu disampaikan Kepala Bidang Pembinaan PAUD dan Pendidikan Nonformal (PNF) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang, Roos Dethan, mewakili Kepala Dinas P&K, saat menghadiri pembukaan program kursus dan pelatihan Tata Boga Aries, Senin (29/6/2026).
Menurut Roos, keberadaan LKP Tata Boga Aries menjadi bukti bahwa pendidikan nonformal memiliki peran strategis dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus menjawab tantangan dunia kerja.
“Lembaga Kursus Tata Boga Aries patut diapresiasi karena tidak hanya mengajarkan keterampilan membuat kue, tetapi juga menanamkan kedisiplinan, kreativitas, dan jiwa kewirausahaan. Banyak alumninya kini bekerja di hotel, restoran, bahkan berhasil membuka usaha kuliner sendiri,” ujarnya.
Ia menambahkan, keberadaan lembaga tersebut menjadi mitra penting pemerintah dalam mengurangi angka pengangguran, khususnya bagi generasi muda usia produktif 15 hingga 25 tahun yang belum bekerja maupun putus sekolah atau menganggur
“Melalui pelatihan Pastry & Bakery, peserta dibekali keterampilan yang dapat menjadi bekal untuk masa depan mereka. Ini menjadi salah satu kekuatan kami dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Kota Kupang,” katanya.
Roos juga menilai program tersebut sejalan dengan upaya Pemerintah Kota Kupang dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Menurutnya, ketika masyarakat memiliki kemampuan menghasilkan pendapatan sendiri, maka berbagai persoalan sosial, termasuk potensi kekerasan dalam rumah tangga, dapat diminimalkan.
“Jika seseorang mampu menghasilkan pendapatan sendiri, tentu akan membantu meningkatkan kesejahteraan keluarga dan mengurangi berbagai persoalan sosial,” ungkapnya.
Sementara itu, Pimpinan LKP Tata Boga Aries, Henny Agripa, S.IP, menyampaikan terima kasih atas dukungan Direktorat Kursus dan Pelatihan, Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi, Pendidikan Khusus dan Pendidikan Layanan Khusus, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), serta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang.
Ia menjelaskan, sejak berdiri, lembaga yang dipimpinnya berkomitmen memberikan keterampilan praktis kepada masyarakat, terutama kaum muda dan ibu rumah tangga, agar mampu menciptakan peluang usaha yang bernilai ekonomis.
“Kami ingin setiap peserta yang berkompeten bukan hanya pandai membuat produk pastry dan bakery, tetapi juga mampu berinovasi, memahami standar kebersihan, pelayanan, serta mampu mengelola usaha kuliner secara profesional,” jelas Henny.
Menurutnya, perkembangan industri kuliner, khususnya sektor pastry dan bakery, terus mengalami peningkatan. Bisnis kue dan roti kini berkembang mulai dari usaha rumahan, UMKM, kafe, hingga restoran, bahkan semakin didukung oleh platform digital dan layanan pesan antar seperti Grab dan Maxim.
Melihat tingginya peluang tersebut, LKP Tata Boga Aries terus berupaya membuka akses pelatihan bagi masyarakat yang memiliki keterbatasan ekonomi melalui dukungan pendanaan pemerintah.
Program pelatihan tahun 2026 diikuti oleh 23 peserta, terdiri atas 22 perempuan dan 1 laki-laki. Selama pelatihan, peserta akan mengikuti 150 jam pembelajaran yang berlangsung selama 25 kali pertemuan, setiap Senin hingga Sabtu pukul 09.00–15.00 WITA.
Kurikulum yang diterapkan berbasis kompetensi dari Direktorat Kursus dan Pelatihan serta didukung berbagai mitra, di antaranya UMKM Kompiang Nachira, UMKM Debali, UMKM Bedo Ida, Media Online Lensantt.com, Platform Digital Bank BRI, serta Dinas Koperasi Provinsi NTT.
Ia berharap seluruh peserta dapat mengikuti pelatihan hingga selesai tanpa mengundurkan diri. Setelah selesai kursus, peserta akan memperoleh sertifikat dari lembaga, serta bantuan peralatan usaha seperti Oven, kompor dan Mixer serta bahan-bahan kue sebagai modal usaha.
Selain itu, lembaga juga akan melakukan pendampingan di tempat rintisan usaha masing- selama 3 bulan.
Ia menegaskan, selama proses pelatihan seluruh peserta maupun instruktur wajib absen dengan foto wajah, baik pada saat masuk dan pulang, sistem scan wajah sebagai bagian dari digitalisasi proses pembelajaran, tutupnya. (Ikz)

