kupang, Lensantt.com- dari empat pasangan calon yang alan bertarung di pilkada gubernur 2018. Paket Harmoni (Benny K Harman Dan Benny Litelnoni) merupakan paket yang disebutsebagai “kuda hitam”.
 
Kendati pun, menyandang status tersebut Paket Harmoni menjadi ancaman bagi Tiga paket lainnya Marianus Sae dan Emi Nomleni (MS-emI), Esthon Foenay dan Kris Rotok (EC), Viktor Laiskodat dan Yoseph Naisoi (Viktory-joss) 
 
 

DenganBerdasarkan data hasil pemilihan Gubernur/Wakil Gubernur NTT pada tahun 2013, berdasarkan asal cagub/cawagub, Paket Harmoni memiliki basis masa yang cukup signifikan di daratan Flores. Buktinya, di Pilkada NTT tahun 2013 lalu, BKH menduduki peringkat ke-2 pada 4 (empat) kabupaten yakni Manggarai Barat, Manggarai, Manggarai Timur dan Kabupaten Sikka. Di Manggarai raya, dan Sikka, BKH – Nope di menduduki peringkat ke-2 dalam perolehan suara saat itu dengan rata-rata perolehan suara sekitar 20 persen dari total suara.

Berdasarkan data pemilih sementara yang diperoleh dari KPU NTT, total pemilih di Kabupaten Manggarai Barat sekitar 161.154 orang. Di Manggarai Timur sekitar 178.268 pemilih. Di Kabupaten Manggarai sekitar 188.973 pemilih. Sedangkan di Kabupaten Sikka sebanyak 209.910 pemilih. Total pemilih di 4 kabupaten ini mencapai 738.310 pemilih.Empat kabupaten inilah yang menjadi basis utama Harmoni di daratan Flores.

Sementara itu di TTS, Harmoni juga memiliki basis massa yang cukup siginifikan. Ketokohan Beny Litelnoni di TTS sudah pasti akan mendapatkan suara yang cukup siginifikan. Selain itu, adanya Pilkada TTS, dimana Partai Demokrat mencalonkan kadernya sebagai calon Bupati TTS akan mendongkrak perolehan suara Harmoni karena mesin partai akan bekerja all out.

Berdasarkan Daftar Pemilih Sementara (DCS) tahun 2018, total pemilih di Kabupaten TTS sekitar 301.115 orang. Dengan demikian, total pemilih di basis asal Paket Harmoni sekitar 1.039.420 orang. Jika basis pemilih ini dapat dioptimalkan oleh Paket ‘Kuda Hitam’ Harmoni maka paket ini bakal mendulang suara yang sangat signifikan di Pilgub NTT 2018 ini.

Jika dianalisa berdasarkan peta politik Pilkada NTT tahun 2018 dengan asumsi pemilih NTT merupakan pemilih tradisional (yang melihat etnis cagub dan agama cagub sebagai variabel utama dalam menentukan pilihan dalam pilkada, red) maka sesuai etnis, BKH memiliki basis di seluruh daratan Flores dan Lembata. Jumlah pemilih1,3 juta orang.

Jika dilihat agama cagub, maka BKH memiliki daerah basis di 13 Kabupaten, yakni 9 kabupaten di daratan Flores dan kepulauan, Kabupaten TTU, Belu, Malaka dan Sumba Barat Daya. Total pemilih di 13 kabupaten ini sekitar 1,8 juta orang. Sementara itu, total pemilih yang beragama Katholik sekitar 2 juta orang dari 3,2 juta pemilih di NTT.

Dengan demikian, jika Tim Sukses Paket Harmoni dapat mengoptimalkan suara pemilih tradisional maka paket ini akan menjadi paket yang sangat diperhitungkan alias menjadi Paket ‘Kuda Hitam’ di Pilgub NTT. Ini merupakan analisa berdasarkan DCS KPU NTT tahun 2018, namun tentunya kemenangan tim akan sangat ditentukan oleh bagaimana tim sukses bekerja dan memainkan isu-isu untuk mendulang suara pemilih di basisnya masing-masing. (Ikz/sf/ian/pit/tim)

Komentar Anda?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here