More
    BerandaNTTJRK Blak-Blakan Soal Hubungan Rumah Tangga dengan JB: “Ini Fakta yang Sebenarnya”

    JRK Blak-Blakan Soal Hubungan Rumah Tangga dengan JB: “Ini Fakta yang Sebenarnya”

    Dituduh Telantarkan Anak, JRK: “Kami Tidak Punya Anak, Ini Fakta”

    Kupang, lensantt.com – Dalam kehidupan, kebenaran sering kali tidak selalu hadir dalam cerita yang paling ramai diperbincangkan. Di balik sebuah kabar, selalu ada fakta yang menunggu untuk didengar secara utuh. Begitu pula dengan kisah rumah tangga JRK dan JB yang belakangan menjadi perhatian setelah beredarnya percakapan yang diduga berkaitan dengan isu perselingkuhan.

    JRK membantah tudingan tersebut. Kepada lensantt.com, Selasa (21/7/2026), JRK membeberkan sejumlah fakta yang menurutnya perlu diketahui publik agar persoalan tersebut tidak dipahami secara sepihak.

    JRK menjelaskan, keberadaan dirinya bersama O (calon istri)  di sebuah homestay yang kemudian menjadi sorotan bukanlah dalam konteks seperti yang dituduhkan. Menurutnya, kedatangan mereka ke tempat tersebut semata-mata untuk menjenguk oma mereka yang sedang sakit.

    “Homestay itu milik tante kandung saya. Saat itu banyak keluarga yang datang untuk menjenguk oma yang sedang sakit,” ujar JRK.

    Karena perjalanan pulang cukup jauh, lanjut JRK, dirinya dan keluarga kemudian memilih untuk beristirahat di tempat tersebut pada malam hari.

    Ia menegaskan, fakta mengenai hubungan rumah tangganya dengan JB sebenarnya jauh berbeda dari apa yang beredar di tengah masyarakat.

    Menurut JRK, dirinya dan JB telah hidup dalam kondisi rumah tangga yang tidak harmonis selama kurang lebih lima tahun terakhir. Ia bahkan mengaku beberapa kali diminta meninggalkan rumah.

    “Saya pernah diusir keluar dari rumah beberapa kali. Saya keluar, tetapi karena masih berpikir untuk mempertahankan rumah tangga, saya kembali lagi,” ungkapnya.

    Namun, situasi serupa kembali terjadi. Sekitar tahun 2021, JRK mengaku kembali diminta meninggalkan rumah. Dalam kondisi tersebut, ia akhirnya memilih untuk meninggalkan rumah yang menurutnya berdiri di atas tanah milik keluarga JB.

    JRK juga mengungkapkan bahwa dirinya telah beberapa kali mengajak JB untuk meninggalkan rumah tersebut dan membangun kehidupan rumah tangga secara mandiri. Namun, menurut pengakuannya, ajakan tersebut tidak mendapatkan persetujuan dari sang istri.

    “Sudah berkali-kali saya mengajak istri untuk keluar dan tinggal bersama, serta membangun rumah sendiri. Tetapi ajakan itu selalu ditolak dengan berbagai alasan,” katanya.

    Ia menambahkan, dirinya merasa bahwa JB lebih memilih untuk tetap tinggal bersama orang tua dan keluarganya dibandingkan membangun kehidupan bersama suami.

    “Selama hidup bersama, kami tidak dikaruniai anak,” tegas JRK.

    Pernyataan tersebut sekaligus menjadi bantahan terhadap tudingan yang menyebut dirinya telah menelantarkan anak. JRK menegaskan bahwa selama pernikahan, dirinya dan JB tidak memiliki anak.

    Proses Gugatan Cerai

    Persoalan rumah tangga JRK dan JB, menurut JRK, juga telah dibawa ke ranah hukum. Ia mengatakan, gugatan perceraian sebelumnya pernah ditempuh, namun belum membuahkan hasil karena proses mediasi di berbagai tingkatan tidak mencapai kesepakatan.

    “Gugatan cerai pertama secara hukum sudah pernah dilakukan, tetapi gagal dalam setiap proses mediasi, baik di keluarga, kantor maupun pengadilan,” jelasnya.

    Ia mengatakan, upaya hukum untuk gugatan cerai yang kedua saat ini masih berjalan dan telah memasuki tahap ketiga dalam proses persidangan.

    JRK berharap, fakta yang disampaikannya dapat menjadi bagian dari informasi yang berimbang sehingga publik tidak hanya melihat satu sisi dari sebuah persoalan.

    Sebab, dalam setiap konflik rumah tangga, kata dia, ada cerita panjang yang tidak selalu terlihat dari luar. Apa yang tampak sebagai sebuah kesimpulan, terkadang hanyalah potongan kecil dari perjalanan yang jauh lebih panjang.

    JRK kembali menegaskan bahwa tudingan yang beredar mengenai dirinya, termasuk soal dugaan perselingkuhan dan penelantaran anak, menurutnya tidak sesuai dengan fakta yang sebenarnya.

    Ia pun meminta agar persoalan tersebut dilihat secara utuh dan tidak disimpulkan hanya berdasarkan informasi yang beredar tanpa mendengar penjelasan dari pihak-pihak yang terlibat.

    (Tim)

    Komentar Anda?

    Must Read

    spot_img
    error: Tidak boleh di Copas