Jpeg

Kupang,lensantt.com – Kepala sekolah Sekolah Menengah Atas (SMA) Muhamadyah Dra.Sitti Nuraini A.B. Gani di depak oleh Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Kota Kupang dan pengurus daerah Muhhamadiyah dari jabatannya sebagai kepsek. Padahal, Nuraini dingkat dengan surat keputusan walikota kupang.

Merasa tersolimi, Nuraini akhirnya, menggugat oleh Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah S ini ke pengadilan Negeri Kupang dan meminta ganti rugi senilai 11 milyar rupiah, dengan rincian, pengurus daerah di tuntut mengganti rugi seniidik Atasoge S.pd dan Sekretaris Daerah Suhardi S.ag senilai Rp. 10 Miliar.

Selain itu melalui kuasa hukumnya, Nuraini juga mengugat dan meminta ganti rugi kepada, ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Drs. In Hamja, M.Ag dan Sekretaris Pimpinan Wilayah muhamadyah Drs. Abu Bakar Qosim, M.pd senilai 1 milyar Rupiah.

Baca Juga :  Akun Palsu Gubernur NTT Minta Nomor Rekening Ke Rakyat

Pengacara penggugat Antonius Aly SH. Rabu, (03/01/2016) Menegaskan, perbuatan yang di lakukan oleh DPD dan DPW muhamadyah telah menyalahi aturan untuk itu kliennya meminta kedua lembaga ini mengganti kerugian dengan nilai yang fantastis,”Klien kami menuntut kedua lembaga ini senilai 11 M,” kata Aly.

Dalam gugatannya, penggugat dilantik pada tanggal 4 september 2014 dilantik sebagai kepala sekolah Muhammadiyah. Ironisnya, kendatipun penggugat telah dilantik sebagai kepsek muhammadiyah namun tidak dapat menjalankan wewenangnya karena dihalang-halangi oleh tergugat.

Karena keadaan tersebut, maka melalui surat No: Dis PPO.007/Dikmenum/2219/2014 tanggal 29 oktober 2014 kepala dinas PPO kota kupang meminta klarifikasi dari Pimpinan pengurus Wilayah dan Pengurus daerah.

Baca Juga :  Ditanya Proyek Draenase, Kabid Cipta Karya Naik Pitam

Ia menegaskan, Diduga kedua pimpinan lembaga ini berupaya untuk melengserkan kliennya dengan mengangkat kepala sekolah melalaui versi masing-masing,”Dalam satu sekolah kok, tiga kepala sekolah,” jelasnya. (Ikz)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here