Jakarta, lensantt.com- Kasus pembunuhan Ibu dan anak ( Astrid Manafe dan Lael Macabe) akhirnya sampai di senayan.
Beny Kabur Harman Anggota DPR.RI perwakilan partai menerima berkas kasus itu beberapa waktu lalu. Bukanlah, BKH jika jeritan rakyat tidak diakomodir.
Buktinya setelah menerima, ia langsung bersuara lantang di depan Kapolri Listyo Sigit Prabowo untuk mengambil alih kasus yang menyita perhatian masyarakat.
“Mewakili masyarakat NTT jika berkenan pak kapolri ambil alih kasus ini demi keadilan yang seadil-adilnya,” kata BKH saat menggelar RDP dengan Kapolri di Gedung DPR.RI beberapa waktu lalu.
Dalam pertemuan di Gedung DPR.RI beberapa waktu lalu BKH mengatakan, sesuai laporan yang di terima dari masyarakat penanganan kasus tersebut dinilai masih lambat.
Ditempat yang sama Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri), Jenderal Listyo Sigit Prabowo, meminta Kapolda NTT untuk menagani kasus pembunuhan Ibu dan anak, yakni mendiang Astrid Manafe dan Lael Maccabe, secara tepat dan transparan.
“Di NTT tolong lakukan langkah-langkah yang tepat. Dilaporkan ke publik bagaimana progresnya, supaya transparan, sehingga publik bisa memahami dan bisa dipertanggungjawabkan,” tegas Kapolri.
“Saya minta Kapolda langsung action dan saya minta laporannya,” imbuhnya.
Kapolri Listyo, juga mengatakan pihaknya tetap pada komitmen, bahwa anggota Polri yang berprestasi akan diberi reward, sedangkan yang melanggara akan diberikan punishment.
“Terkait dengan perilaku oknum, tentunya kami pasti akan memberikan reward kepada anggota yang berbuat baik, sedangkan kami tidak akan ragu untuk memberikan tindakan tegas terhadap anggota yang melanggar, karena ini merupakan bagian dari komitmen kami dan akan terus kami jaga,” ujar Kapolri. (Ikz)

