Kupang, NTT – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) bersama Senat, Sekota Kupang deklarasi kesepekatan Bersama, dalam rangka menangkal radikalisme dan Hoax di lingkungan Kampus berlangsung di Hotel Naka, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur.
Kegiatan ini, diinisiasif Oleh BEM Fakultas Ilmu Politik dan Sosial, Universitas Nusa Cendana, yang melibatkan BEM dari Berbagai Universitas yang ada di Kota Kupang.
ada 4 point penting yang disampaikan dalam Deklrasi ini, badan eksekutif mahasiswa (BEM) bersama Senat di Seluruh Universitas Se-kOta Kupang bersepekat
1. Menjadi Mahasiswa yang bertaqwa Kepada Tuhan Yang Maha Esa, setia dan taat kepada Pancasila, Bhineka Tunggal Ika, UUD 1945 dan NKRI.
2. Mampu Berperan Sebagai Perekat NKRI
3. Tidak Menjadi Anggota Atau Pengurus Organisasi Atau ideolgi Radikalisme atau Komuninsme.
4. Tidak Mneyebarkan Berita Hoax dan Paham Ideolgi Radikalisme, Komunisme atau paham yang tertentangan dengan PAncasila  Bhineka Tungga Ika, UUD 1945 dan NKRI
Ketua BEM FISIP UNDANA, Aldi Alfa Hebriye Ibran Baitanu, mengatakan Mahasiswa saat ini harus ikut terlibat dalam Merawat Kebhinekaan a Niai-nilai luhur pancasila, serta mengamalkan, dengan demikian tidak ada celah paham radikalisme itu masuk.
Selain itu, utuk menangkal berita Bohong, hendaknya setiap kita mustinya saring dulu informasinya, sebelum di sharing ke orang lain.
Sebelum Kegiatan Deklrasi, MAhasiswa ini Juga dibekali  oleh tiga pemeteri, Yakni  dari Akademisi Fisip  Alfridus S. D. Dari,  dari KNPI NTT, juga diwakili Sekretaris, Inang Fitriani Abdullah dan Ketua BEM FISIP Undana sendiri.
Masing-masing Pemateri Berharap Mahasiswa, sebagai generasi Penerus Bangsa agar tetap merawat Kehbinekaan ini, dengan tidak muda terprovokasi berita bohong, apalagi terpengaru dengan paham radikalisme.
Adapun setelah Dekrasi bersama yang menolak Paham Radikalisme ini, Panitia penyelenggara juga membagikan paket sembako kepada mahasiswa Undana yang berprestasi.
Bantuan Paket sembako ini juga merupakan bentuk kepedulian antar sesama mahasiswa, yang berbeda suku, agama, ras dan golongan, namun memiliki kepedulian, memberikan apa yang mereka punyai, bagi mahasiswa berprestasi, namun yang mengalami dampak pandemi covid-19 dan Seroja yang baru saja terjadi di Provinsi NTT ini. (Ikz)
Baca Juga :  Program  Internet Desa Tak Pernah Dibahas di DPRD  TTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here