More
    BerandaSABU RAIJUACiptakan Pekerja Berkualitas,  Pemda Sabu Raijua  Gandeng Yayasan Kusuma Cahaya Global Fondation

    Ciptakan Pekerja Berkualitas,  Pemda Sabu Raijua  Gandeng Yayasan Kusuma Cahaya Global Fondation

    Kupang, lensantt.com- Pemerintah Kabupaten Sabu Raijua terus memikirkan bagaimana menciptakan pemuda/i Sabu raijua yang berkualitas di dunia kerja.

    Untuk itu, Pemda Sabu Raijua memggandeng Yayasan Kusuma Cahaya Global dengan melakukan perjanjuan kerja sama antara kedua belah pihak.
    Kesepakatan tersebut tertuang melaku
     PENANDATANGANAN PERJANJIAN KERJA SAMA (PKS) DAN MEMORANDUM OF UNDERSTANDING (MoU) ANTARA KUSUMA CAHAYA GLOBAL FOUNDATION DAN PEMERINTAH KABUPATEN SABU RAIJUA UNTUK PELATIHAN CALON PEKERJA MIGRAN INDONESIA.  Pada Jumat,  2 Agustus 2024 di Cafe Kopi OI kupang.
    CEO Kusuma cahaya global Leonita Kusuma Ningrum mengatakan, Program ini di adakan sebagai langkah preventif untuk mengurangi cpmi un prosedural dan memastikan bahwa cpmi yang akan bekerja memiliki bahasa negara tujuan dan skill yang memadai dan pemahaman yang jelas tentang hak dan kewajiban mereka.
    MoU tersebut menunjukkan komitmen bersama untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Sabu Raijua dengan memberikan pelatihan bahasa ,life skill, building karakter ,wawasan kebangsaan,ldk,utk mempersiapkan cPMi berkualitas memasuki kesempatan kerja yang prosedural ,dan aman bagi cpmi ke luar negeri.
    Dalam pelaksanaannya, Pemerintah Daerah Sabu Raijua dan Kusuma Cahaya Global Foundation sepakat untuk bekerja sama dalam mengembangkan proyek-proyek yang berfokus pada :
    1. *Remitansi dan Kontribusi Ekonomi :* Pekerja migran mengirimkan sejumlah besar uang kembali ke Indonesia , yang memberikan kontribusi terhadap perekonomian keluarga tersebut, Namun masih ada kebutuhan untuk meningkatkan pengelolaan dan pemanfaatan pengiriman uang ini untuk memaksimalkan dampaknya terhadap pembangunan ekonomi tersebut.
    2. *Risiko Kesehatan dan Keselamatan :* Pekerja migran sering kali terpapar risiko kesehatan dan keselamatan di tempat kerja mereka, yang dapat menyebabkan cedera, penyakit, atau bahkan kematian. Pemerintah harus mengambil tindakan untuk memastikan bahwa pemberitaan kerja menyediakan kondisi kerja yang aman dan bahwa pekerja mempunyai akses terhadap layanan kesehatan yang memadai.
    3. *Isolasi Sosial dan Kesehatan Mental :* Pekerja migran seringkali mengalami masalah isolasi sosial dan kesehatan mental karena kesulitan beradaptasi dengan lingkungan baru dan jauh dari keluarga dan teman . Pemerintah harus menyediakan layanan dukungan untuk mengatasi masalah – masalah ini.
    4. *Perdagangan Manusia dan Eksploitasi :* Terdapat peningkatan kekhawatiran mengenai perdagangan dan eksploitasi pekerja . Pemerintah harus bekerja sama dengan mitra internasional untuk mengatasi masalah ini dan melindungi pekerja migran
    Program program tersebut mencakup :
    1. *Program Pelatihan Pekerja Migran :* Sebuah program yang memberikan pelatihan dan peningkatan kapasitas bagi pekerja migran sebelum mereka berangkat ke negara tujuan
    2. *Platform Online untuk Pekerja Migran :* Platform digital yang menghubungkan pekerja migran dengan keluarga dan teman-teman mereka di Indonesia, memungkinkan mereka untuk berinteraksi dengan orang lain di sekitar mereka, untuk tetap terhubung dan menjaga hubungan sosial meskipun ada jarak fisik .
    3. *Dana Kesejahteraan Pekerja Migran :* Dana yang menyediakan bantuan keuangan kepada pekerja migran yang menghadapi kesulitan atau keadaan darurat saat bekerja di luar negeri, seperti keadaan darurat medis atau kehilangan pekerjaan.
    4. *Layanan Dukungan Berbasis Komunitas :* Suatu program yang menyediakan layanan dukungan, seperti konseling, bantuan hukum, dan layanan kesehatan, kepada pekerja migran di negara tujuan.
    5. *Hotline Anti Perdagangan Manusia :* Hotline yang memungkinkan pekerja migran melaporkan kejadian perdagangan manusia dan eksploitasi, memberi mereka bantuan dan perlindungan segera.
    Ia menegaskan, aebagai wanita berdarah sabu ia punya komitmen untuk membuat kaum muda sabu raijua harus.menjadi pekerja handal. Sehingga dapat meninggkatkan ekonomi keluarga juga kemajuan kabupaten Sabu raijua.
    Sementara itu  Bupati Sabu Raijua Drs  Nikodemus N Rihi Heke, M Si mengaku,  menyambut baik penandatanganan ini.
     “Kami sangat mengapresiasi inisiatif dari Kusuma Cahaya Global Foundation yang telah bersedia bekerja sama dengan pemerintah daerah dalam penyelenggaraan program pelatihan ini,”kata dia
    Ia menambahkan,untuk memajukan sabu raijua tentunya masyarkat khususnya kaula muda harus dibekali dengan ketrampilan khusus.
    “mereka harus lebih mengenal dunia kerja secara global,” tutupnya.
    perwakilan dari Kusuma Cahaya Global Foundation ,Leonita Kusumaningrum Kanadjara ,menyatakan bahwa Cahaya Global akan terus memantau perkembangan para tenaga kerja setelah mereka tiba di negara tujuan. “Kami berkomitmen untuk memberikan pelatihan secara holistic bagi cpmi ,
    Program pelatihan tersebut akan melalui beberapa tahapan, antara lain seleksi cpmi ,assesment ,konseling , pelatihan intensif selama 6 bulan, dan pendampingan selama proses pemberangkatan bermitra dgn stakeholder yang terkait.pihak perbankan ,bp3mi hingga tiba di negara tujuan dgn aman.
    Kerja sama ini diharapkan dapat menjadi bagi inspirasi daerah-daerah lain dalam upaya perlindungan dan persiapan cmpi sebelum bekerja di luar negeri.Melalui inisiatif ini, Pemerintah Kabupaten Sabu Raijua dan Kusuma Cahaya Global Foundation bertekad untuk mengurangi praktek kerja unprosedural serta meningkatkan kualitas dan kesejahteraan cpmi.(ikz)

    Komentar Anda?

    Must Read

    spot_img
    error: Tidak boleh di Copas