Soe, lensantt.com – Dana bantuan operasional BOP untuk Pusat kegiatan belajar masyarakat PKBM, sebanyak 13 lembaga diakhir tahun 2021 untuk tahap dua hanya penyesalan yang didapat.
Salah satu Ketua Pengelola PKBM atas nama PKBM mawar, yang mewakili Ketua forum, atas nama Yosafat Talan, mengatakan, persoalan Dana BOP yang mandek ini seharusnya dinas memberikan klarifikasi kepada kami agar kami puas. Tiap tahun soal Dana BOP kami hanya dapat satu kali saja. Itu seharusnya dua Kali. Ujarnya
Ketua Komisi 4 DPRD kab TTS Marthen Tualaka saat menerima aspirasi diruang kerjanya pada rabu 05-01-2022 Tualaka mengatakan bahwa untuk kegiatan PKBM memang sangat banyak,
“jadi kalau ada keterhambatan seperti ini memang fatal bagi lembaga. Jadi bagi dinas teknis harus berupaya untuk cairkan tahap dua,” jelasnya.
Lanjut Tualaka bahwa dinas harus menyiapkan manejemen yang matang sehingga kegiatan yang berkaitan dengan proses kelembagaan bisa lancar.
Dana BOPnya harus dicairkan untuk para lembaga yang sementara aktif. Sementara lembaga yang tidak aktif oleh dinas harus keluarkan dari system agar lembaga yang lain tidak menjadi korban.
Kepala dinas pendidikan dan kebudayaan kabupaten TTS Hans Banunaek diruang Komisi juga mengatakan bahwa semua sudah tersistim di dapodik, jadi wajib untuk setiap periode harus ada update sehingga terdaftar didapodik. Lanjut Banunaek melalui Kabid PNFI bahwa pihaknya akan barusaha agar masing-masing lembaga dapat memperoleh hak mereka.
Ketua forum PKBM kabupaten TTS yeskial isu tidak sempat hadir Karena kondisinya dalam keadaan sakit.
Penulis. Erick Hello
Editor. Isak kaesmetan.

