Warga Pasir Panjang Ancam Lapor Presiden

  • Whatsapp
Suasana aksi demo FSMPP di depan kantor walikota kupang
Suasana aksi demo FSMPP di depan kantor walikota kupang
Suasana aksi demo FSMPP di depan kantor walikota kupang

Kupang,lensantt.com – Terkait pembangunan Tanggul Penahan Pantai di kelurahan Pasir Panjang mengancam akan melaporkan presiden Jokowidodo jika pembangunan tersebu tersebut tetap dilanjutkan.

Pasalnya, dengan adanya pembangunan tersebut pasir yang ada di panai tersebut rusak berat dan para nelayan tidak bisa menambatkan perahu mereka.
” Kami akan lapor presiden jika proyek ini tidak di hentikan,” Kata Koordinator Forum Suara Masyarakat Pasir Panjang (FSMPP) menggelar Aksi Demo di depan kantor walikota kupang kami, (08/2015).

Untuk menuju ke istana negara FSMPP dalam waktu dekat berenca akan menjalankan aksi 1000 koin,” Kami akan menjalankan aksi 1000 koin,” tegasnya.

menegaskan, pihak Pemerintah Kota (Pemkot) Kupang telah melakukan penipuan terhadap warga karena saat menggelar sosialisasi beberapa waktu lalu pemerintah kota mengatakan bahwa hanya akan membangun tanggul penahan gelombang tanpa menggunakan alat-alat berat.

Namun, dalam pembanguna tersebut menggunakan joging truck akhirnya pasir yang berada di tempat itu rusak berat,”Pemkot sudah lakukan penipuan publik,” tegasnya.

Riwu mengaku, sangat kecewa dengan sikap Pemkot yang tidak ambil pusing dengan kejadian yang terjadi di masyarakat. Bahkan, saat menggelar aksi demo tidak ada satupun pejabat yang keluar untuk mendengar aspirasi mereka.

” Kami kecewa dengan sikap pemimpin di sini mereka tidak mendengarkan aspirasi kami, untuk sambut kami saja tidak bisa,” tuturnya.

Dalam aksi demo tersebut terlihat, Puluhan Siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) ikut menanda tangani petisi menolak pembangunan penahan Pantai di keluraahan pasir panjang Kota Kupang. puluhan siswa tersebut saling rebutan untuk mencaplok tanda tangan mereka pada kain putih berukuran sekitar tujuh meter tersebut.

Salah seorang Siswa Ryan Leto Kepada wartawan menjelaskan, dirinya ikut menanda tangani petisi tersebut karena dirinya perduli dengan pantai yang saat ini telah ditutpi dengan pembangunan hotel.

Sehingga di seputaran pasir panjang tersebut tidak ada lagi tempat rekreasi bagi keluaraga, “Tempat itu biasanya jadi tempat rekreasi tapi yang ada hanya hotel yang bisa kita lihat,” tegasnya .(ikzan)

Komentar Anda?

Related posts