Sunday, July 21, 2024

Waoow! Bank NTT dan Pokja Berhasil Turunkan Angka Stuntung Hingga 10 ribu Kasus

-

 

Ketua Pokja Percepatan Penurunan Stunting AKI dan AKB, Sarah Lerry Mboek mengatakan, kolaborasi bersama Bank NTT dimulai sejak 2022. Ketika itu, berhasil menurunkan 6.000 kasus stunting.

“Bank NTT bekerja sama dengan Pokja stunting di seluruh NTT dan anak-anak stunting dan gizi buruk diintervensi dengan PMT,” kata Sarah Lerry Mboeik seusai penyerahan bantuan stunting dan bhakti sosial dalam rangak HUT ke 61 Bank NTT di Pasar Kasih Naikoten satu, Kota Kupang, Sabtu (8/7/2023).

Lerry Mboeik mengatakan, kolaborasi kerja sama untuk penurunan stunting tidak bisa dikerjakan sendiri oleh pokja dan pemerintah.

Disebutkan, apa yang dilakukan Bank NTT di seluruh pelosok NTT itu harus menjadi contoh bagi bank-bank lain serta dunia usaha lainnnya di NTT agar Bersama-sama memberikan perhatian dalam pencehana dan penanganan stunting untuk SDM unggul tahun 2040.

“Ini contoh yang baik yang dilakukan oleh Bank NTT agar bisa diadopsi oleh bank-bak lain, serta dunia usaha serta pihak sewasta lainnya di NTT. Dan kami siap untuk membuka diri bagi teman-teman yang mau kolaborasi dan kerja sama dalam penurunan stunting. Kami akan dampingi dan memebrikan informasi serta model intervensi yang tepat, bukan saja semata PMT,” sebut Lerry Mboeik.

Aktivis kemanusiaan ini menyebut, Bank NTT saat melakukan intervensi di Kabupaten TTU juga membantu teman-teman keluarag stunting dengan sumur bor dan berbagai kegiatan lainnya. Selain itu, menurut dia, dengan produk Kredut Mikro Mereda dari Bank NTT juga sasarannya kepada keluarg-keluaraga 1000 HPK.

“Ini sangat membantu keluarga yang tergolong stunting. Kami memberikan apreaisi besar kepada Bank NTT,” ujar Lerry Mboeik.

Calon Senator/Anggota DPD RI dari NTT ini menambahkan, hasil kolaborasi dan intervensi yang dilakukan Bank NTT dalam penanganan stunting di NTT dapat dilihat hasilnya pada bulan penimbangan pada Februari 2023.

“Angkanya turun sangat signifikan. dari 17,7 persen turun menjdi 15, 7 persen. Artinya ada penurunan yang luar biasa. Jadi dulunya 73.000 sekarg 61.000. Artinya ada 10.000 an anak stunting tertolong.

Kita tidak bicara persentase tatapi kita bicara jumlah kasus yang terjadi. Juga jumlah ank yang diselamatkan setelah pemberian PMT dan metode lainnya dari Bank NTT serta juga dari pihak lain. Tetapi pihak sewasta yang ikut membantu penanganan stunting baru Bank NTT,” tegasnya.

Ia bahkan terpesona dengan langkah cerdas yang dilakukan Bank NTT karena intervensi stutning yang dilakukan bukan hanya Ketika jelang HUT bank NTT.

“Menriknya adalah, waktu lalu itu bukan berhenti hanya saat HUT Bank NTT saja tetapi disambung terus dan setiap Pegawai Bank NTT menyisihkan gajinya untuk mengurus stunting, Mereka jadi Bapak dan Mama angkat bagi anak-anak stutning. Jadi Bank NTT bukan hanya bekerja mencari profit saja tetapi juga mereak terlibat dalam pembangunan manusia di NTT. Saya salut dan bangga dengan Bank NTT,” pungas Lerry Mboeik.

Sebelumnya diberitakan, dipimpin langsung Direktur Utama (Dirut) Bank NTT, Harry Alexander Riwu Kaho, ratusan karyawan Bank NTT melakukan sejumlah aksi sosial di kawasan Pasar Kasih Naikoten Satu, Kota Kupang, Sabtu (8/7/2023). Ragam aksi Bank NTT itu dilakukan dalam ragkaian menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke 61 Bank NTT pada 17 Juli 2023 mendatang.

Aneka aksi itu diantaranya pembersihan sampah di seluruh kawasan Pasar Kasih Naikoten Satu, juga penyerahan bantuan makanan tambahan bagi anak-anak penderita stunting. Dan, pemberian Kredit Mikro Merdeka bagi para pelaku bisnis di Pasar Kasih Naikoten Satu. Tidak hanya itu, Bank NTT juga meneyediakan layanan penukaran uang tunai untuk memudahkan para pelaku usaha dalam menjalankan kegiatan bisnisnya.

Selain Dirut Bank NTT Harry Alexander Riwu Kaho, kegiatan ini juga dihadiri jajaran Direksi diantaranya Direktur Dana dan Treasury Yohanes Umbu Landu Praing, Direktur Teknologi dan Informasi Hilarius Minggu, Direktur Kepatuhan Semuel Adoe, dan Direktur Kredit Paulus Steven Messakh serta pejabat Bank NTT lainnya dan ratusan karyawan tampak serius membersihkan seluruh titik di Pasar Kasih.

Aksi bersih-bersih itu menyita perhatian dan rasa simpatik para pedagang dan pengunjung pasar. “Bank NTT luar biasa, mereka tidak hanya ada di dalam ruangan ber-AC tetapi juga turun ke pasar dan membersihkan sampah. Kami salut dengan kegiatan yang dilakukan Bank NTT,” sebut Dorlince Ruu Pelloedon, salah satu pengunjung Pasar Kasih Naikoten Satu yang ditemui SelatanIndonesia.com.

Dorlince mengharapkan agar Bank NTT terus menjadi saluran berkat dan menjadi bank kebanggan masyarakat NTT yang terus membantu masyarakat kecil. “Kami orang kecil ini bisa tertolong karena kami bisa pinjam modal usaha melalui Kredit Mikro Merdeka yang disiapkan Bank NTT,” ujar pengusaha ternak ayam ini.

Lurah Naikoten Satu, Budi Imanuel Isakh menyambut gembira aksi sosial yang dilakukan oleh jajaran Bank NTT. “Ini adalah hari istimewa bagi kami warga Naikoten Satu karena pasar berubah, seluruh jajaran direksi dan karyawan Bank NTT ada di tengah Pasar Kasih. Kehadiran ini membuktikan bahwa untuk menyambut HUT ke 61 Bank NTT, telah membuktikan bahwa Bank NTT hadir untuk memajukan NTT khususnya kita di Kota Kupang. Ini wujud nyata aksi Bank NTT,” sebut Lurah Naikoten Satu.

Ia mengharapkan dengan berbagai layanan dan kemudahan dari Bank NTT mampu mengendalikan inflasi di Kota Kupang. Lurah Budi juga mengajak seluruh warganya untuk terus menambung dan bertransaksi di Bank NTT.

“Muda-mudahan Bank NTT akan terus berkembang dengan inovasi baru yang terus melayani masayarakat sampai lapisan paling bawah. Mari kita terus mencintai Bank NTT,” ajak Lurah Budi.

Hadir pula pimpinan Bank Indonesia Perwakilan NTT dan pejabat dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi NTT. Usai bersih-bersih pasar Kasih Naikoten satu, jajaran direksi dan karyawan Bank NTT yang bekerja sama dengan Puskesmas Bakunase dan Puskesmas Sikuman, menyerahkan paket bantuan untuk mengatasi stunting bagi 61 anak penderita stunting yang diterima secara simbolis oleh 10 orang tua yang anaknya menderita stunting.

Turut hadir Ketua Pokja Stunting Provinsi NTT, Sarah Lerry Mboeik. Adapun bantuan stunting yang diberikan antara lain Bubur Bayi, Susu, Biskuit Bayi Milna, Telur Ayam, Beras, Kacang hijau, dan Sabun, Shampoo bayi.

Kesempatan tersebut juga dilakukan penyerahan secara simbolis Kredit Mikro Merdeka kepada 3 orang debitur Bank NTT diantaraya Dorlince Ruu Pelloedon dengan usaha ternak ayam, Aldi N. Punga dengan usaha kios sembako, serta Elvis C. Remi Andung dengan usaha kios sembako. Ketiganye merupakan pelaku bisnis dan beruusaha di Pasar Kasih Naikoten 1. (*)

 

Komentar Anda?

Izack Kaesmetan
Izack Kaesmetan
Owner & Jurnalist LENSANTT.COM, Anggota DPD HPSI NTT.

FOLLOW US

0FansLike
0FollowersFollow
14,700SubscribersSubscribe
spot_img

Related Stories