Kupang,lensantt.com – Kasus pembunuhan ssis ibu dan Anak (Astrid Manafe dan Lael) di Penkase Oeleta -Kots Kupang “mencuri” perhatian warga NTT.
Termasuk para anggota DPRD Provinsi NTT. Puluhan anggota legisltig ini juga prihatin.
Melihat itu, Pihak DPRD NTT menjadwalkan untuk bertemu Kapolda NTT dan Kepala Kejaksaan Tinggi NTT pada bulan januari 2022 mendatang.
“Kami jadwalkan bertemu Kapolda dan Kejati NTT,” Kata Ketua DPRD NTT Emy Nomleni saat menggelar jumpa pers di Aula Gedung DPRD NTT Rabu, (39/12/2022).
Selain Pembunuhan di Penkase pertemuan itu juga untuk membahas beberapa kasus yang menonjol di tahun 2021.
“Bukan hanya soal kasus di penkase pertenuan itu juga untuk membahas beberapa kasus diantaranya kasus tahanan yang meninggal dalam sel di Sumba Tengah,” jelasnya.
Pada kesempatan itu Emy Nomleni juga meminta pihak Polda NTT berproses secara profesional. Sehingga masyarakat mendapatkan kebenaran yang di cari.
“Saya minta dalam menangani masalah pihak polda berproses secara profesional,” tegasnya.
Ditempat yang sama Wakil Ketua DPRD NTT Ince sayuna, ada dua poin yang akan dibicarakan yakni, meningkatnya kasus kriminal di NTT. Dan Penerapan UU ITE pasalnya, banyak akun-akun palsu yang menyerang pribadi orang tertentu namun tidak diproses secara hukum.
Sedangkan untuk pihak Kejati NTT dalam diskusi nanti pihak DPRD NTT akan menanyakan sampai mana kasus-kasus korupsi yang belum ditangani.(Ikz)

