Saturday, July 20, 2024

Taklukkan Rute 1.200 Km, Tiga Pesepeda Bambu Indonesia Sukses Selesaikan Paris-Brest-Paris 2023

-

Denpasar, lensantt.com –  Tiga pesepeda Indonesia: Wisli Sagara, Bob Aria Bharuna, dan Rezki Mulia Rahmat, berhasil menyelesaikan turing sepeda jarak jauh bergengsi Paris-Brest-Paris 2023 yang berlangsung 20-24 Agustus. Ketiganya menggunakan sepeda bambu Spedagi hasil karya cipta putra bangsa Singgih S Kartono. Turing yang menempuh jarak 1.200 Km itu membuktikan ketangguhan sepeda bambu yang diproduksi di Temanggung, Jawa Tengah, ini.

 

 

Wisli menjadi pesepeda bambu pertama yang melintasi garis finish pada Kamis (24/8) sekitar pukul 10:00 pagi waktu Paris. Wisli menyelesaikan rute 1.200 Km dari Paris menuju Brest dan kembali ke Paris dalam waktu 87 jam 4 menit 9 detik. Keberhasilan Wisli kemudian disusul oleh Rezki dan Bob.

 

 

“Saya merasa terharu dan sangat terkesan oleh keramahtamahan warga Perancis di sepanjang perjalanan. Mereka menawarkan makanan dan minuman gratis dan sangat antusias bercakap-cakap tentang sepeda bambu yang saya bawa. Semua memuji sepeda bambu buatan Indonesia ini,” ujar Wisli saat diwawancarai pada Sabtu (26/8).

 

 

Wisli dan Bob menggunakan sepeda bambu Spedagi tipe roadbike bernama Dalanrata. Sepeda ini tidak mengalami kerusakan atau gangguan apapun selama perjalanan jarak jauh.

 

 

“Sepedanya nyaman, unik, lebih ramah lingkungan dan pastinya tangguh luar biasa,” tegas Wisli.

 

“Hambatan terbesar itu cuaca yang berubah-ubah, panas pada siang hari dan sangat dingin pada malam hari,” kata Bob Aria Bharuna

 

 

Partisipasi ketiga pesepeda bambu ini merupakan bagian dari Kayuh untuk Bumi: Kampanye Global Sepeda Bambu Indonesia, program bersama Pertamina, Yayasan Bambu Lingkungan Lestari (YBLL) dan Spedagi.

 

 

Vice President Corporate Communication Pertamina, Fadjar Djoko Santoso menyampaikan Kayuh untuk Bumi bertujuan untuk memperkenalkan produk inovatif bambu dan mendorong percepatan adopsi green mobility dan green energy di Indonesia.

 

 

“Ketiga pesepeda ini menjajal ketangguhan sepeda bambu dalam ajang global, dan memperlihatkan dukungan kuat Pertamina dalam upaya menekan emisi karbon melalui ajang tersebut,” ujar Fadjar

 

terkait dengan bambu Indonesia, saat ini YBLL bersama Spedagi sedang merancang sepeda bambu yang bisa diproduksi dalam skala besar dengan harga yang terjangkau untuk mendorong gerakan bersepeda ke sekolah bagi para siswa di pedesaan Indonesia.

 

 

Monica Tanuhandaru, Ketua YBLL menyampaikan Sepeda bambu adalah moment yang tepat untuk memperkenalkan potensi bambu Indonesia ke dunia. “Keberadaan sepeda bambu di ajang Paris Brest Paris merupakan moment yang berpotensi untuk mempercepat transisi energi Indonesia,” pungkasnya.

 

 

Paris-Brest-Paris pertama kali diselenggarkan pada 1891 dan merupakan ajang bersepeda jarak jauh tertua di dunia. Tahun ini ada 6.720 peserta dari 71 negara yang berpartisipasi, 40 pesepeda diantaranya dari Indonesia.

 

 

PBP menerapkan aturan self-supported (swadaya) sehingga para peserta tidak boleh menerima bantuan apapun dari pihak luar selama menempuh perjalanan. Berbagai kesulitan yang muncul, termasuk kerusakan sepeda, harus ditanggulangi secara mandiri oleh para peserta. Peserta juga harus mengatur irama dan kecepatan mereka agar mampu menyelesaikan rute 1200 Km sebelum waktu maksimal 90 jam terlewati.

 

 

—END—

 

 

Tentang YBLL:

 

YBLL selama 30 tahun berjuang mengkampanyekan bambu sebagai solusi ekologi dan ekonomi bagi masyarakat pedesaan Indonesia. Saat ini YBLL telah bekerja di 286 desa dan mengelola program aktif di 8 provinsi dengan jumlah penerima manfaat mencapai 8000 orang. Selama 3 tahun terakhir, program YBLL telah menghasilkan total 3,5 juta bibit bambu dan 1,9 juta diantaranya telah ditanam untuk merestorasi lahan kritis dan melindungi sumber air.(***)

 

 

Komentar Anda?

Izack Kaesmetan
Izack Kaesmetan
Owner & Jurnalist LENSANTT.COM, Anggota DPD HPSI NTT.

FOLLOW US

0FansLike
0FollowersFollow
14,700SubscribersSubscribe
spot_img

Related Stories