Menia, lensantt.com- BBM Sabu Raijua sering jadi perdebatan masyarakat. Sebagian menyalahkan Pemda padahal faktanya pemda berjuang begitu keras membantu masyarakat.
Terkait BBM di Kabupaten Sabu Raijua ini Kata Kepala Bagian Ekonomi Thobi Mesakh kepada media ini Selasa, ( 16/11/2021) menurut dia saat ini yang kurang adalah Stok Solar Industri sagar berkuraang.
“Jadi di Sabu Raijua itu khususnya untuk solar. Disini kan ada solar  untuk yang bersubsidi sama solar industri,” jelasnha.
Sedangkan solar-solar subsidi untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan masyarakat dan kelompok-kelompok tani itu saat ini masih cukup.
“Ya ada kekurangan , jadi kekurangan itu BBM solar yang industri jadi untuk kedepan itu, .” Jelasnya.
Ia menambahkan, dampak dari  kekurangan solar industri ini pada keterlambatan kerja dari pada pekerjaan-pekerjaan fisik yang sudah berjalan.
Bicara strategi ke depan ia menjelaskan,  diawal tahun kita akan bikin semua pekerjaan-pekerjaan fisik yang ada hubungannya dengan solar,  dinformasi sehingga bisa menggunakan penyedia-penyedia area Sabu sini.
“menyediakan bahan bakar industri ini bisa komunikasi dengan pihak-pihak misalnya yang memiliki kapal, Kupang misalnya dia ke PT.Pitoby Pak Antoni agar kebutuhan itu dari awal kita sudah bisa menyediakan stok BBM khusus untuk yang solar industri untuk pekerja-pekerja di Sabu Raijua,” jelasnya.
Ia merincikan Total pertalite sebanyak 201.464 Liter. Total pertamax 11.822 liter. Total solar 57.475 liter. Total dexlite 17.800 liter. Ama tolong ganti yang total pertalite di teks akhir.
Penulis : Eva Nambut
Editor    : Izack Kaesmetan
Baca Juga :  Soal Kualitas Pekerjaan, Kepala BPJN NTT Warning Kontraktor 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here