Soe, lensantt.com– Akibat dari penutupan sumber air Bonle’u Kecamatan Tobu,TTS membuat konsumen di kota Soe menjerit.
Pasalnya sebagai pelanggan air Bonle’u, masyarakat harus rela merogoh kocek   membeli air tangki untuk memenuhi kebutuhan air sehari hari.
Ditengah paceklik tersebut, Hendrik Tanoni tokoh muda TTS adalah salah satu orang yang begitu menunjukkan kepedulian di saat saat sesamanya membutuhkan.
Tak tanggung-tanggung ia rela menggunakan dana pribadi untuk membantu distribusi air bagi  masyarakat kota Soe yang tersebar di beberapa titik.
Kepada media ini,  Hendrik yang sedang berada di rumah salah satu warga kelurahan Cendana untuk Distribusi air mengatakan meskipun sudah ada pelepasan air Bonle’u namun butuh waktu untuk bisa distribusi kepada warga.
Saya dengar air Bonle’u sudah dibuka namun butuh waktu untuk distribusi karna itu saya masih bantu masyarakat yang membutuhkan, Ujar Hendrik Rabu, 17-11-2021.
Hingga saat ini tercatat sudah 25 tangki air dengan volume 5000 liter sudah ia distribusi kepada warga kota Soe.
Menurutnya bukan soal jumlah biaya yang dikeluarkan namun  bagaimana ia  meringankan beban sesama ditengah pandemi Covid-19.
Terkait polemik air Bonle’u yang baru saja berlalu, dirinya sangat menyayangkan sistem buka tutup yang dilakukan oleh warga Bonle’u dan imbasnya sangat dirasakan warga kota Soe.
Dikatakan jangan karena permintaan jalan direspon dengan penutupan sumber air tanpa memikirkan dampaknya bagi orang lain.
Dirinya berharap pemda serius dengan tuntutan masyarakat Bonle’u  dan sebaliknya masyarakat juga harus sabar menunggu sesuai janji pemerintah yang akan kerjakan jalan pada tahun 2022.
Segala sesuatu bisa diselesaikan jika komunikasi dibangun dengan baik antar sesama. Ini jadi pengalaman berharga dan kalau bisa jangan terulang lagi, ujarnya.
Sementara itu Laban Betty,salah satu warga kelurahan Cendana mengaku senang dengan adanya bantuan air oleh Hendrik Tanoni.
Selama air Bonle’u ditutup,kita beli tangki setiap minggunya. Trimakasih untuk pak Hendrik atas perhatiannya, ujar Laban.
Lebih lanjut dikatakan selama ini dirinya mendengar informasi terkait distribusi air oleh pemerintah namun ia sama sekali tidak pernah mendapat bagian.
Karna itu dirinya harus mengeluarkan dana ekstra untuk membeli air dari  penghasilannya sebagai tukang.
Penghasilan saya pas untuk makan minum tiap hari.dan harus membeli air tiap Minggu.
Semoga dengan pelepasan air Bonle’u, PDAM segera distribusi ke kami konsumen. Harap Laban. (ERICK HELLO)
Baca Juga :  Pemberdayaan Ekonomi Jemaat Koinonia, Bank NTT Gelar WorkShop

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here