Soe, lensantt.com-Dari 50 desa yang seharusnya masuk daftar pemilihan desa serentak  satu gagal dengan berbagai alasan tidak menyenagkan.
Diberitakan sebelumnya oleh lensantt.com, tokoh masyarakat menolak incumbent desa tubuhue ikut bertarung.
Melihat polemik yang terjadi di desa tubuhue, akhirnya Lusianus Tusalakh selaku sekretaris komisi 1 DPRD KAB TTS,  yang membidangi desa-desa angkat bicara.
Lusi kepada media dihubungi Via Whatsapp pada Kamis (18/11/2021) menegaskan, Seharusnya hal ini tidak terjadi karena prosesnya sudah berlangsung sejak 2 tahun lalu.
Jika ada keberatan dari masyarakat sudah harus disampaikan saat pendaftaran dan  penetapan calon. Jadi tugan dinas teknis dalam hal dinas PMD sudah menyelesaikan persoalan ini jauh hari sebelum penetapan bakal calon.
“Jika ada dugaan penyelewengan dana desa oleh calon incumbent maka itu harus dilaporkan kepada pihak berwajib untuk di proses, Tidak harus dengan cara melarang orang untuk menjadi calon karena itu adalah hak semua orang, ” Kata dia.
Hal senadah disampaikan ketua komisi 1 DPRD TTS, UKSAM SELAN, beberapa hari sebelum, dirinya menyampaikan,  dinas PMD sedang m
“Mengantuk” .
” Dasar apa ditunda.? , ” Kata dia.
Harusnya Bakal Calon Incumbent tetap bisa ikut mencalonkan diri. ” ini kan sudah berproses jauh sebelumnya,” tandasnya. (ERICK HELLO)
Baca Juga :  Slank Akan "Menggoyang" Kota Kupang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here