More
    BerandaEkbisSempat Jadi Pemulung, Pasutri Asal NTT Habiskan Tabungan Puluhan Juta Demi Beli...

    Sempat Jadi Pemulung, Pasutri Asal NTT Habiskan Tabungan Puluhan Juta Demi Beli Sembako Untuk Orang Tak MampuĀ 

    Kupang,lensantt.com- Kisah Pasangan Suami Istri (Pasutri) Eduard Hili dan Maria Goreti Ince Rt.12 Rw.05 Kelurahan Penfui sangat menyentuh.
    Dua orang yang menginjak Usia Senja ini begitu tulus menjalani hudup mereka.Komitmen berbagi untuk orang-orang tak mampu telah terpatri dalam jiwa mereka.
    Ā 
    Sampai-sampai uang tabungan mereka hampir 30 Juta mereka gunakan untuk membeli sembako bagi sekitar 80 keluarga yang kurang mampu.
    Langkah mereka patut diancungi jempol dan harus ditiru oleh para pejabat Pasalnya, ditengah kesusahan akibat pandemi harusnnya uang tersebut disimpan untuk kebutuhan hidup sehari-hari malah dibagi-bagi dalam bentuk sembako.
    Sambil menangis Eduard yang kini bekerja di Dinas Pertambangan Provinsi NTT ini kepadaĀ lensantt.comĀ Sabtu, (19/06/2021) mengisahkan, mereka tergerak membagi sembako karena dulunya Pasutri tersebut pernah menjalani masa-masa sulit.
    “Pada tahun 90-an Kami pernah susah namun tuhan mengangkat kami dan mendapat berkat yang lebih dari saudara/i kami,” ungkap Eduard sambil meneteskan Air mata.
    Menurut dia, waktu itu mereka benar-benar terpuruk. Hanya demi mengisi perut, mereka harus rela bekerja serabutan bahkan jadi pemulung.
    “Kakak saat kami susah kami kerja semua pekerjaan jadi sopir bemo (Mobil), Buruh kasar sampai jadi pemulung,” ulasnya.
    Ia kembali menegaskan, melihat latar belakang hidupnya membuat ia tergerak berbagi di masa pandemi.
    “Setelah mengingat masa kami susah buat kami tergerak untuk berbagi,” ujarnya.
    Ia mengakui, setelah dihantam badai seroja banyak masyarakat yang membutuhkan bantuan.
    “Masih Banyak yang membutuhkan uluran tangan,” Kata dia.
    Banyak penerima bantuan yang tidak ia kenal karena para penerima direkomendasi oleh para tetangga. Sebagiannya lagi ia berkeliling untuk melihat langsung kondisi penerima yang layak mendapat bantuan.
    “Ada penerima yang direkomendasi oleh tetangga. Yang lainnya saya berkeliling dan melihat kondisi mereka yang benar-benar layak,” kata dia.

    Jual Sawah Untuk Berbagi

    Niat Eduard Hili dan Istri benar-benar tak diragukan lagi. Dan jika melihat apa yang dilakukan tidak ada tendesi lain.
    Pasutri ini memang punya niat yang tulus membantu mereka yang lagi membutuhkan.
    Bahkan, ia berencana untuk menjual satu petak sawah yang ada di Naibonat Kabupaten Kupang.
    Uang tersebut akan digunakan untuk berbagi dengan jumlah yang lebih besar pada bulan desember 2021 mendatang.
    “Saya berencana untuk menjual sawah kami di Naibonat. Uangnya kami pakai untuk berbagai lagi,” kata dia.
    Ditempat yang sama sang istriĀ Maria Goreti Ince juga mengisahkan hal yang sama. Ia bertutur kalau dulu mereka bagian dari orang-orang dengan kategori susah.
    ” Betul kakak kami dulu sangat susah,” ujarnya.
    “Saya harus menjual sayur, menjadi pemulung a banyak pekerjaan keras lainnya saya harus lakukan untuk membantu suami,” tambah dia.
    Saat ini mereka merasa berkelimpahan berkat. Sehingga, wajib memberikan berkat tersebut bagi orang lain.
    Ā 
    “Kami sudah diberi berkat yang luar biasa dari Tuhan jadi kami wajib berbagi,” kata dia.
    Ā 
    Ia berharap, bantuan tersebut dapat mengurangi beban para penerima. Ia juga meminta, para penerima bekerja keras untuk menyambung hidup.
    Ā 
    “Semoga bisa membantu bapak/mama penerima,” ujarnya.

    Masih Ada Orang Baik

    Petronela Balo warha Kampung Bajawa Nasi pana menuturkan, ia merasa bersyukur mendapat bantuan tersebut.
    Karena dimasa pandemi ditambah dihantam badai seroja ekonomi masyarakat pasti kurang baik. Bantuan itu tersebut sangat membantu.
    “Dimasa-masa saat ini bantuan ini sangat membantu,” kata dia.
    Ia merasa kalau Eduard dan Istri merupakan orang baik yang perduli denagan sesama.
    “Saya bersyukur karena bisa dapat berkat masih ada orang berhati mulia membantu,” ujarnya.
    Sementara itu Orias Liubana Warga Rt. 16 kelurarahan Oebobo-Kota kupang kaget ketika mendapat bantuan itu. Pasalnya, saat diberi tahu ia diminta untuk mendatangi rumah Eduard hanya bersilatuhrami.
    Ternyata undangan itu untuk menerima bantuan.”saya kaget beliau datang bilang nanti main-main ke ruamah ternyata mau diberi bantuan,” jelasnya.
    Ia bertetima kasih karena bisa diberi bantuan sembako. “Saya berterima kasih kepada pak Eduard dan istri bantuan ini sangat kami butuhkan,” jelasnya.
    Untuk diketahui bantuan yan diberikan berupa,Ā  1 karung beras, 1 rak telur, minyak goreng 2 liter, gula pasir 1 kg dan susu dancow renteng
    PenulisĀ  :Ā  Erick Hello
    EditorĀ  Ā :Ā  Isak Kaesmetan

    Komentar Anda?

    Must Read

    spot_img
    error: Tidak boleh di Copas