Kupang,lensantt.com – Calon Walikota Kupang Jefry Riwu Kore berjanji akan memberi bantuan hukum kepada para kepala sekolah (Kepsek ) yang ada dikota kupang jika mereka dipolisikan karena mengeluarkan surat keterangan kepada penerima bantuan Program Indonesia Pintar (PIP).

“Saya siap membela para kepsek yang ada dikota kupang jika bermasalah hukum karena mengeluarkan surat keterang kepada penerima PIP,” Kata Jefry Riwu Kore kepada media ini  Sabtu (04/02/2017) saat dihubungi via telepon seluler.

Sebenarnya, para Kepsek tidak perlu takut dibawa keranah hukum karena mengeluarkan surat keterangan sekolah pasalnya, surat tersebut hanya menerangkan bahwa siswa benar-benar murid pada sekolah tersebut.

“Kepsek tidak perlu takut karena surat keterangan hanya menjadi bukti bahwa anak tersebut benar-benar murid sekolah itu,” tegasnya.

Baca Juga :  Yonas Salean Bakal Digugat Lima Pejabat Pemkot

Ditanya soal pengelolaan uang PIP, Riwu Kore Menegaskan, pemangku kepentinagn tidak pernah mengelola uang PIP itu karena semua uang tersebut dikirim via Bank. Dia menambahkan, proses verifikasi dilakukan oleh Kementrian Pendidikan Dan Kebudayaan (Kemndikbud) Republi Indonesia pemangku kepentingan hanya bertugas mengusulkan nama-nama penerima.

“kami hanya mengusulkan soal verifikasi dilakukan oleh kementrian, dan uangnya bukan kami yang urus itu langsung dikirim ke bank,” jelasnya.

Ditempat berbeda, ketua Jenggala Center Jhon Ricardo meminta, supaya kepala sekolah jangan memepersulit penerima PIP karena itu adalah haka penerima PIP. Dia meminta, kepsek segera mengeluarkan surat keterangan karena saat ini permasalahan pencairan hanya pada surat keterangan sekolah.

Baca Juga :  Ratusan Siswa Antri Terima Beasiswa PIP, Alva Selly : Terima Kasih Pak Jeriko

“Saya harap kepsek bekerja samalah ini kan hak anak-anak untuk apa dipersulit, “ tegasnya.

Ricardo juga, memberi Deadline kepada  para kepsek yang belum mengeluarkan surat keterangan sampai dengan rabu (08/02/2017)  jika tidak maka relawan jenggala Center akan turun ke sekolah- sekolah.

“Kami beri batas waktu sampai rabu kalau tidak kami turun tangan, “ ujarnya. (Ikz)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here