KUPANG, lensantt – Universitas Nusa Cendana (Undana) resmi menetapkan pelaksanaan Wisuda Periode II Tahun 2026 yang akan digelar secara luring penuh di Grha Cendana pada 30 Juni 2026. Keputusan ini diambil dalam rapat koordinasi persiapan yang dipimpin Wakil Rektor Bidang Akademik, Prof. Dr. drh. Annytha Ina Rohi Detha, M.Si., melalui pertemuan daring pada Jumat (24/4/2026).
Hingga saat ini, sebanyak 766 calon wisudawan telah terdaftar. Namun, jumlah tersebut diperkirakan masih akan bertambah signifikan menjelang batas akhir pendaftaran yang ditetapkan pada 27 April 2026.
Di balik persiapan tersebut, pihak universitas menyoroti ancaman serius berupa maraknya penipuan dalam pengurusan dokumen akademik, khususnya Surat Keterangan Bebas Pustaka (SKBP). Mahasiswa diimbau untuk tidak tergiur dengan tawaran jasa pihak ketiga yang menjanjikan proses cepat dengan biaya tinggi.
Prof. Annytha menegaskan bahwa biaya resmi pengurusan SKBP hanya sebesar Rp5.000 dan wajib dibayarkan melalui aplikasi SIRAMAN. Ia memperingatkan bahwa penggunaan dokumen ilegal tidak hanya melanggar aturan, tetapi juga berpotensi menggugurkan status pendaftaran wisuda.
“Berdasarkan data dari Kepala UPT Perpustakaan, sudah ada 912 mahasiswa yang mengurus SKBP. Namun, masih banyak yang belum mengunggah dokumen tersebut ke sistem. Kami minta segera dilengkapi karena waktu tersisa sangat terbatas,” tegasnya.
Selain persoalan SKBP, Undana juga memperketat validasi data akademik guna menjamin legalitas ijazah. Biro Akademik dan Kemahasiswaan (BAK) melalui Pokja Registrasi Mahasiswa dan Statistik terus melakukan sinkronisasi data secara menyeluruh. Tim teknis yang dikoordinasikan oleh Hendro Soepranoto, S.Kom., M.Kom., melaporkan bahwa sekitar 95 persen pendaftar telah dinyatakan memenuhi syarat (eligible).
Langkah ini dinilai krusial untuk mencegah kesalahan data yang dapat berdampak pada proses administrasi lanjutan, seperti pelamaran kerja maupun studi lanjut. Undana menekankan bahwa akurasi data menjadi fondasi penting dalam menjaga kredibilitas lulusan di tingkat nasional.
Menariknya, wisuda kali ini akan menghadirkan konsep tematik yang berbeda dari periode sebelumnya. Tema khusus akan diintegrasikan ke dalam berbagai elemen acara, mulai dari dekorasi, kostum panitia, hingga penampilan Paduan Suara Mahasiswa. Meski digelar secara luring, prosesi wisuda tetap dapat disaksikan secara luas melalui siaran langsung di kanal resmi YouTube Undana.
Rapat persiapan ini turut melibatkan berbagai unit, seperti UPT Perpustakaan, Sub Unit Humas dan Protokol, hingga UPT TIK. Koordinasi dilakukan secara daring mengingat bersamaan dengan pelaksanaan UTBK-SNBT 2026, sehingga tidak mengganggu agenda nasional tersebut.
Sebagai bagian dari komitmen transparansi, Undana mengimbau seluruh calon wisudawan untuk aktif memantau informasi resmi melalui laman dan media sosial universitas. Langkah ini penting guna menghindari kesalahan teknis serta meminimalisir risiko menjadi korban praktik penipuan dokumen ilegal menjelang penutupan pendaftaran. (Lns/ng)

