Waingapu, Lensantt.com – Panitia Sayembara ”Ayo bangun NTT “ Kabupaten Sumba Timur menggelar Teknikal Meting (TM)  pada Senin, (24/4/2017)  bertempat di SDN Kalu Sumba Timur .

Ketua Panitia Umbu Nababan, menegskan  kegiatan Sayembara diikuti oleh 14 Tim lomba debat dan 4 Tim Lomba paduan suara. Menurut dia, Sayembara Bangun NTT ini disambut antusias, terutama oleh orang-orang Muda di kabupaten Sumba Timur hai itu dibuktikan peserta lomba sayembara diikuti oleh beberapa perguruan tinggi.

Selain itu sayembara, juga diikuti oleh organisasi Ekstra maupun intra kampus serta, berbagai organisasi kepemudaan lainnya.  “Antusias sekali warga sumba timur,” ujarnya.

Menurut Umbu Nababan, Sayembara NTT adalah salah satu media dalam mengidentifikasi kekayaan-kekayaan yang dimiliki oleh orang muda di NTT khususnya di Sumba Timur.

Baca Juga :  Pekerjaan Proyek Tahun 2013 Maksimal

“Orang Muda di NTT memiliki banyak kekayaan, selain kekayaan bakat, NTT memiliki Kekayaan intelektual yang cukup mampu bersaing, khususnya Sumba Timur, hanya terkadang mereka butuh ruang implementasi kekayaan-kekayaan yang dimiliki, dan Sayembara Ayo bangun NTT adalah salah satu ruang mengidentifikasi orang-orang muda khususnya di Sumba Timur. Lanjut Umbu “ Kata dia.

Technical meeting sore ini kata dia, menunjukan kesiapan Panitia melaksanakan Sayembara di Kabupaten Sumba Timur, dan teknis persiapan panitia sudah mencapai 60%”. “kesiapan kami sudah capai 60%,” tegasnya.

Sementara itu Ketua Yayasan Tunas Muda Indonesia (YTMI), Melkiedes Laka Lena, selaku penyelenggara kegiatan Sayembara ini, di gelar dalam rangka mensyukuri HUT NTT Ke-58.

Baca Juga :  Keakraban Ketua DPRD Provinsi NTT Dengan Wartawan Yang Menggoda

“Dalam Sayembara ini kami mengundang siapa saja baik pribadi maupun kelompok di NTT, Konsolidasi pikiran-pikiran baik dan orang-orang baik untuk pembangunan di NTT,” kata Melki.

Ia menambahkan, untuk lomba gagasan para peserta akan membuat tulisan berdasarkan sektor atau bidang, dengan tema kembangkan potensi daerah atau tema spesifik lainnya seperti bidang kesehatan, pendidikan, ekonomi, pariwisata, kelautan perikanan, peternakan,perkebunan, pertanian, ekonomi kreatif, serta bidang lain yang penting dikembangkan.

“Para peserta bisa memilih salah satu pembangunan berbasis wilayah yang secara konkret dilakukan di desa, kelurahan, atau tema spesifik lainya seperti kemandirian energi, perdagangan manusia, dan lainnya,” pungkasnya. (lensantt/Tim)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here