More
    BerandaNTTLuar Biasa, 220.000 Siswa NTT Menabung di Bank NTT, Pecahkan Rekor MURI

    Luar Biasa, 220.000 Siswa NTT Menabung di Bank NTT, Pecahkan Rekor MURI

    KUPANG, Lensantt — Sebanyak 220.000 lebih siswa SD, SMP, dan SMA di Nusa Tenggara Timur (NTT) tercatat menabung di Bank NTT. Jumlah tersebut mengantarkan NTT memecahkan rekor Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI) dalam gerakan menabung pelajar.

    Capaian itu diumumkan dalam peringatan Hari Indonesia Menabung yang digelar Bank NTT, Rabu (19/8/2026). Gubernur NTT sekaligus Pemegang Saham Pengendali Bank NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, hadir dalam kegiatan tersebut.

    Para siswa dari sejumlah sekolah di NTT turut ambil bagian dalam kegiatan tersebut. Bank NTT memfasilitasi aktivitas menabung sebagai bagian dari upaya meningkatkan literasi dan inklusi keuangan sejak usia sekolah.

    Melki mengatakan, capaian tersebut menjadi sesuatu yang membanggakan bagi NTT. Menurut dia, jumlah siswa yang menabung di Bank NTT sekaligus memecahkan rekor yang sebelumnya telah dipegang Provinsi Jambi selama belasan tahun.

    “220 ribu siswa, baik SD, SMP, dan SMA, menabung di Bank NTT. Ini adalah hal yang luar biasa dan memecahkan rekor MURI setelah selama belasan tahun dipegang oleh Jambi,” kata Melki.

    Menurut Melki, pencapaian tersebut memiliki arti tersendiri karena NTT sedang menghadapi situasi sulit setelah gempa bumi mengguncang Pulau Flores.

    Ia menyebut rekor tersebut merupakan hasil kerja bersama yang melibatkan siswa, sekolah, guru, orangtua, pemerintah daerah, serta Bank NTT.

    “Hari ini NTT membuktikan bahwa di tengah situasi yang tidak mudah, yakni gempa mengguncang Pulau Flores, ternyata ada kekuatan anak-anak kita yang bersama-sama dengan kepala sekolah, guru, orangtua, para bupati dan wali kota, dan Bank NTT membuat rekor Indonesia,” ujarnya.

    Melki berharap budaya menabung yang mulai dibangun sejak sekolah tidak berhenti setelah pencapaian rekor MURI. Menurutnya, kebiasaan tersebut perlu terus dipelihara agar menjadi bagian dari kehidupan generasi muda NTT.

    Ia menilai kemampuan mengelola keuangan sejak usia dini dapat menjadi bekal penting bagi anak-anak ketika memasuki usia dewasa.

    “Ini sebuah pencapaian yang baik. Dengan acara hari ini, menurut saya, menjadi modal bahwa anak-anak masa depan NTT yang sudah sejak dini bisa mengurus keuangan dengan baik,” katanya.

    Melki juga mengatakan keterlibatan ratusan ribu siswa menunjukkan bahwa literasi keuangan mulai mendapat tempat di kalangan anak-anak NTT.

    “Ini potensi besar kita, di mana anak-anak kita memahami literasi keuangan dengan baik,” ujar dia.

    Selain membangun kebiasaan menabung, Melki mengajak masyarakat, terutama generasi muda, memanfaatkan Bank NTT sebagai salah satu sarana untuk menabung sekaligus ikut mendukung perekonomian daerah.

    “Bank NTT sebagai bank milik daerah menjadi pilihan bagi anak-anak kita untuk ikut andil membangun daerah dengan cara menabung di Bank NTT,” katanya.

    Sementara itu, Direktur IT dan Operasional Bank NTT Rahmat Saleh mengatakan gerakan tersebut dilakukan untuk membiasakan anak-anak menabung sejak dini.

    “Hal ini dilakukan agar bisa gemar menabung sejak dini,” kata Rahmat.

    Menurut dia, pencapaian tersebut juga menjadi bagian dari komitmen Bank NTT dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat sekaligus memperluas edukasi keuangan kepada generasi muda.

    Dalam kegiatan tersebut, Melki didampingi Direktur IT dan Operasional Bank NTT Rahmat Saleh, Direktur Kepatuhan Revi Adiana Silawati, Komisaris Independen Bank NTT Frans Gana, serta sejumlah pejabat Bank NTT.

    (*/)

    Komentar Anda?

    Must Read

    spot_img
    error: Tidak boleh di Copas