More
    BerandaPendidikanKonsultasi PIP, Direktur Rumah Aspirasi Nyaris Diusir Anggota DPRD Kota Kupang

    Konsultasi PIP, Direktur Rumah Aspirasi Nyaris Diusir Anggota DPRD Kota Kupang

    Kupang,lensantt.com – Upaya kolsultasi kisruh PIP Kota Kupang ke pihak Kemendikbud RI oleh DPRD dan Dinas Pendidikan Kota Kupang ternyata sebelumnya diawali perdebatan sengit diantara sesama anggota DPRD Kota Kupang. Perdebatan tersebut hanya pada apakah Rumah Aspirasi berhak hadir pula dalam konsultasi tersebut.

    Ian mengaku jika dirinya hampir diusir keluar ruangan konsultasi karena beberapa anggota DPRD merasa kehadiran Direktur Rumah Aspirasi dianggap mengganggu kepentingan mereka. Tetapi bersyukur dari beberapa anggota yang akhirnya diketahui menuntut agar dirinya tetap berada dalam ruang kolsultasi. “Kalau tidak salah yang tegas katakan saya harus tetap berada dalam ruang konsultasi adalah Livingstone Ratu Kadja, Mus Kalelena, Pak Baitanu, Zeyto Ratuarat, Yappy Pingak, dan Yuvensius Tukung. Akhirnya Rumah Aspirasi diperbolehkan ikut tanpa ada hak bicara untuk menjelaskan”, jelas Ian melalui selulernya.

    Ian mengaku bersyukur masih bisa mengikuti kegiatan tersebut sehingga bisa mengklarifikasi terkait hasil dari konsultasi PIP. Ian berharap klarifikasi ini sebenarnya mengubar tabir dan fakta sehingga tidak merugikan siswa penerima PIP. “Apa yang jadi hak siswa berilah sesuai dengan haknya, jangan lagi dipelintir dengan motif kepentingan lain”, harap Ian.

    Jimmy salah satu orang tua siswa penerima PIP di Kota Kupang mengaku kecewa dengan sikap DPRD dan Dinas Pendidikan yang sampai kini sulit membantu dalam proses pencairan dana PIP anaknya. Bahkan dirinya pun kecewa terhadap Anggota DPRD Kota Kupang yang dianggap sengaja telah memberi penjelasan hasil konsultasi yang semakin membuat kisruh jika Kemendikbud melarang, padahal tidak demikian. “Beruntung Rumah Aspirasi juga terlibat dalam konsultasi tersebut. Jika tidak maka saya bisa duga jika kami sebagai masyarakat akan termakan dengan info pemberitaan yang terindikasi sesat”, tutup Jimmy.(Ikz/RAS)

    Komentar Anda?

    Must Read

    spot_img
    error: Tidak boleh di Copas