Soe, lensantt.com- Sesuai janji  Ketua Aliansi Anti Korupsi (Araksi) Alfred Baun yang  mengatakan akan melaporkan kasus cendana disulap jadi cemara ke polres TTS. hari ini jumat 8/01/2021,11:03 sudah resmi dilaporkan ke Polres Timor Tengah Selatan,(TTS) dengan nomor surat : STTLP/03/I/2021/RES TTS.
Ketua Araksi ini sudah mengantongi bukti-bukti dan sudah menyiapkan 3 saksi demi melaporkan hal ini ke Polres TTS untuk mempertanyakan kemana pohon cendana itu dan siapa yang menebang pohon tersebut. Sehingga hal ini sudah ditangani pihak Polres TTS dan akan diselidiki.
dikonfirmasi lensantt. Com Jumat, (08/01/2020)  Alfred mengatakan,  Ia harus melaporkan hal ini karena TTS kehilanagan pohon cendana.
“Cendana itu adalah lambang khas daerah kabupaten TTS. yang dimana pohon tersebut ditanam oleh alm.Chonelis Tapatab dengan tujuan untuk tetap mengahrumkan nama kabupaten TTS,” Ucapnya.
Ia menegaskan, tentu laporan ini pasti ada pro dan kontra namun Alfred juga mendapatkan dukungan dari berbagai komunitas dan organisasi di TTS.

 Mobil Dinas Diduga Ikut Berperan

Ketua Araksi merasa aneh karena dalam penebangan hingga pengeksekusian cendana tersebut oknum-oknum tersebut menggunakan salah satu mobil dinas disalah satu dinas di kabupaten TTS yang bukan merupakan dinas terkait dalam hal dinas kehutanan.
“Mobil tersebut dari dinas lain,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua DPC Pospera TTS mendukung langkah ketua araksi yang menempuh jalur hukum.
Menurutnya, kejadian seperti ini harus diusut tuntas karena pohon cendana yang ditebang itu tidak tau dibawa kemana.
Charles Lakapu Selaku Admin Grup pemuda TTS ketika dikonfirmasi Wartawan melalui sambungan Telefon Charles Mengatakan, masalah substansial bukan pada Cendana ganti Cemara.  Sebab dari video yg beredar sesungguhnya terbaca hermeneutik komunikasi Pejabat dengan Pimpinan (wakil Bupati) terkait masalah hilangnya Cendana berganti Cemara sungguh tidak beretika.
Menurutnya, Bagaimana mungkin Seorang Pejabat menyuruh Wakil Bupati yang adalah pimpinannya pergi cek di Rumah Jabatan Bupati.
“Gestur dan tutur kata bisa saja menimbulkan pertanyaan ada apa di balik fenomena Cendana ganti Cemara itu,” ujarnya.
“Apakah Cendana jadi prioritas Bupati dan Cemara jadi prioritas Pejabat yang menyuruh Wakil Bupati Ke Rujab Bupati untuk cek? Rakyat TTS tentunya mengiringi harmonisasi Bupati dan Wakil Bupati pimpin TTS lima tahun sesuai mandat rakyat. Jangan pernah ciptakan jurang kepentingan dengan bingkai keterpecahan,” pintanya.
Tahun-Konay Kata dia, wajib Memimpin TTS lima tahun sesuai mandat dan pertanggung jawabkan kepemimpinan mereka pada rakyat TTS periode ini.
“Jadi catatan kritisnya adalah seorang pejabat wajib menjaga etika komunikasi kepemimpinan. Ke mana rakyat bersandar jika ada jurang dalam tugas kepemimpinan para pejabat yabg memimpin,” tukasnya.
Ia menyarankan, kasus ini dikawal baik agar bisa mengetahui pelaku sebenarnya. Hal itu dilakukan untuk menghindari perpecahan di kabupaten tersebut.
“Sederhananya begini bingkai komunikasi, Ini pencuri kita laporkan ke Dinas Kehutanan dan Aparat untuk selidik dan tangkap, tugas kami adalah tanam kembali Cendana dan rawat untuk hidup dan bertumbuh.” Tegasnya.
Perseteruan kata dia, akan mempermalukan diri sendiri. “Bukan berseteru lagi. Malu kita orang luar sampai tahu hanya karena Cendana 1 pohon, pejabat dengan Pimpinan berseteru(bersoal jawab). Kalau pejabat berkomunikasi dengan pimpinan saja berseteru apalagi dengan rakyat. Mau dibawa ke mana rakyat TTS,” ajaknya.
Penulis…..  Erick Hello,
Editor……  Izak kaesmetan
Baca Juga :  Gubernur Laiskodat Puji Walikota Kupang, Ini Alasannya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here