Kasus Penyandang Disabilitas Dihamili, Kadis P3A TTS : Belum Ada Laporan Masuk

  • Whatsapp
So’e, lensantt.com – Kepala Dinas (Pemberdayaan Perempuan Dan Perlindungan Anak (P3A) kabupaten TTS Domingus Banunaek mengaku, sampai dengan saat ini  belum ada laporan masuk ke pihak dinas terkait kasus penyandang Disabilitas yang dihamili namun pelaku enggan bertanggung jawab.
“Belum ada laporan masuk terkait kasus penyandang disabilitas,” kata Dominggus Banunaek Jum’at (06/12/2018) saat di hubungi wartawan via telepon seluler.
Untuk itu, ia meminta agar pihak kw
Keluarga korban agar segera melaporkan kasus tersebut ke kantor P3A Kabupaten TTS.
Ia menegaskan, jika ada laporan masuk dari keluarga maka P3A tentunya langsung menangani kasus tersebut.
“Kalau ada laporan masuk pasti lanugsung tangani,” kata dia.
Ditanya soal pendampingan ia menegaskan,  Pihak P3A punya devisi yang siap untuk mendampingi. Setiap korban kekerasan kepada anak maupun perempuan.
” kami siap dampingi setiap koraban,” kata dia.
Korban saat di rumah sakit
Seperti di beritakan media ini sebelumnya, Wanita malang ini diduga dihamili oleh, seorang Pria Muda yang bernama Wandy Asbanu asal Desa Oinlasi Kecamatan Amanatun Selatan. Namun sayang, Wandy Asbanu enggan bertanggungjawab atas perbuatannya bahlan selalu menghindar setiap kali keluarga dari Rony Bia melakukan pendekatan.

Menurut Ima, pengakuan keluarga bahwa dugaan kuat terhadap Wandy Asbanu dikarenakan selama ini Wandy yang memakai jasa Rony untuk mencuci pakaiannya dan  sering memanggil Rony kerumahnya. Ada juga keterangan dari Rony Bia menggunakan bahasa isyarat, di mana 9 bulan yang lalu setelah Rony selesai mencuci pakaian dirumahnya Wandy, korban dipanggil untuk masuk kekamarnya kemudian Wandy Menidurinya. Hal ini dilakukan sebanyak dua kali.

Menurut pengakuan korban, dijelaskan Ima Nuban bahwa ketika ditiduri oleh Wandy keadaan rumah tidak ada orang atau sepi, dan sejauh ini hanya Wandy sajalah yang pernah meniduri Rony. (Ikz)

Komentar Anda?

Related posts