Jhys baok : Pemuda Harus miliki Pengalaman Kerja 

  • Whatsapp
Soe, lensantt.com – Berdasarkan data United Nations Development Programme (UNDP) dan U-Report, lebih dari 80% pemuda di seluruh Indonesia tertarik untuk menjadi wirausaha muda. Namun, banyak kendala yang  menghentikan langkah mereka. Dialok tersebut berlangsung sejak tgl 20-05-2021.
Adapun tantangan antara lain  akses kapital, dukungan keluarga, maupun bantuan ekosistem lain baik dari pemerintah maupun swasta yang dapat
mengembangkan minat pemuda untuk menjadi wirausaha muda.
Bahkan  Laporan Indeks Pembangunan Pemuda di tahun 2017menyampaikan bahwa beberapa provinsi di luar Jawa memiliki kurang dari 1% pengusaha muda.
Tak hanya itu,dengan adanya
pandemi COVID-19, lebih dari 70% pengusaha muda mengalami dampak negatif pandemi.
Apabila dibiarkan, tentunya akan mempengaruhi tingkat pengangguran pemuda, perkembangan ekonomi Indonesia, dan mempengaruhi pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB) atau biasa dikenal dengan Sustainable Development Goals (SDGs).
Merespon hal tersebut,UNDP Indonesia dan  Citi Foundation, bekerja sama dengan Kementerian Pemuda dan Olahraga, Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas, Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan akan mengadakan Dialog Nasional 2021 yang bertajuk.
“Keberlanjutan Pengembangan Ekosistem Kewirausahaan Pemuda di Masa COVID-19”
Untuk menyelesaikan tantangan yang kompleks, tentu diperlukan kerja sama dari seluruh pemangku kepentingan.
Hasil akhir dari Dialog Nasional akan menjadi laporan yang terbuka untuk publik dan rekomendasi kebijakan yang
akan diajukan kepada Kementerian Pemuda dan Olahraga selaku focal point terhadap pengembangan kewirausahaan pemuda.
Tujuan dialog adalah
1. Untuk mengumpulkan pembuat kebijakan dan praktisi dalam bidang kewirausahaan pemuda untuk mendiskusi tantangan, kesempatan, ancaman, serta praktik dalam bidang kewirausahaan pemuda
2. Untuk mendiseminasikan hasil dari laporan pemetaan Ekosistem Kewirausahaan Muda di Indone￾sia
3. Untuk membuat rekomendasi dan membuat komitmen bersama para pemangku kepentingan un￾tuk pengembangan Kewirausahaan Pemuda di Indonesia
4. Menjadi platform kolaborasi dan pertukaran pengetahuan bagi para pemangku kepentingan
pengembangan Kewirausahaan Pemuda di Indonesia
Sementara itu para peserta antara lain
Pemerintahan Nasional dan Lokal,
Enablers seperti Akademia, Inkubator, Accelerator,Perwakilan Perusahaan Swasta yang memiliki fokus kepada pengembangan Kewirausahaan
Pemuda
dan Pengusaha Muda
Salah satu pemateri,Johanis I. S. Baok dari  Balitbang TTS membawakan materi tentang  Tantangan Implementasi
Kebijakan Kewirausahaan
Nasional dan Lokal”
Kepada lensantt.com usai dialog mengatakan,  tantangan secara lokal  berhubungan dengan minat anak muda di TTS untuk  bergelut di bidang pertanian masih kurang karna anak muda masih terbatas dalam akses modal.
Selain itu anak muda masih  berharap untuk menjadi PNS,tidak semua Anak muda Belum fokus pada bidang usaha yg di minati.
” Kami sepakat untuk ada regulasi yang ramah anak muda. Karena anak muda adalah penerus pembangunan.
Dari TTS saya Mewakili Litbang TTS,Luar biasa bagi saya dan sangat bermanfaat karna saya bisa berkontribusi untuk lahirnya suata peraturan  pemerintah dalam pemberdayaan anak muda di seluruh Indonesia khususnya di TTS”,ujar pria yang jago berinovasi ini.
Menurut dia,  dari hasil diskusi itu doa banyak mendapat merespon positif  dari daerah lain.
Dirinya juga menggambarkan, bahwa jika ingin berhasil dalam pemberdayaan kaum muda, Pemda harus bekerja sama dengan NGO maupun pegiat pegiat pemberdayaan yang sudah berhasil seperti yang dilakukan oleh PLAN dalam  menumbuhkan ekonomi kaum muda lewat bisnis hortikultura.
Mereka juga mengapresiasi  kontribusi  pendampingan dari Komite Inovasi Green Skill untuk para pemuda dlm berbisnis”, tambah Jhys.
Dikatakan,salah satu poin adalah pemda harus ada keseriusan dalam kolaborasi dengn NGO,  komunitas pemuda dan lembaga incubator.
Penulis…  Erick Hello,
Editor… Izak kaesmetan

Komentar Anda?

Related posts