Pekan depan ( 20/10/2017), Pemerintah Kota (Pemkot) Kupang dan Pemerintah Kabupaten Kupang, akan melakukan penandatangan kerjasama dalam pelayanan air bersih bagi masyarakat Kota Kupang.

 

Rencana penandatangan kerjasama ini, terungkap melalui hasil pertemuan Wali Kota Kupang, Jefri Riwu Kore dan Bupati Kupang, Ayub Titu Eki, yang berlangsunh di Rumah Jabatan Bupati Kupang, Jumat (13/10)

 

Pada kesempatan itu, Wali Kota Kupang, Jefri Riwu Kore yang didamping Wakil Walikota Hermanus Man dan Asisten II Djamal Mila Meha  mengatakan masyarakat Kota Kupang sangat membutuhkan air. oleh karena itu, sebagai adik ia datang kepada Bupati Ayub Titu Eki sebagai kakak untuk bekerja sama melayani masyarakat yang membutuhkan.

 

“Kiranya kakak kita dapat membantu kita lewat kerja sama kedua belah pihak,” pintanya.

Baca Juga :  Lantik 75 Orang Pejabat, Hermanus Man : Ini Momen Yang Ditunggu Masyarakat Dan DPRD

 

Ia mengatakan, dalam kerja sama ini 50 persen air di Kota Kupang bisa terbantu. Walaupun belum 100 persen, namun paling tidak 50 persen sudah cukup. Dan yang paling penting adalah pelayanan kepada masyarakat semakin lebih baik.

 

“Kita jangan persoalkan yang tidak perlu kita persoalkan. Yang paling penting adalah masyarakat mendapata air Kita tidak berdiskusi persoalan-persoalan yang lama. Tapi mari kita bersama-sama. Tuhan menempatkan kami berdua di sini untuk bertanggung jawab juga kepada masyarakat,”katanya.

 

Menanggapi peryataan Wali Kota tersebut, Bupati Kupang, Ayub Titu Eki ya g juga didampingi Wakil Bupati Kupang, Korinus Masneno, memberi apresiasi kepada Wali Kota yang berbesar hati untuk menemuinya di rumah jabatan.

 

Baca Juga :  PDAM Kota Kupang Pasang Wastafel Portable di Pasar dan Taman

“Ini pertemuan sebagai adik kakak. Ini persoalan yang dianggap sangat berat dan sulit. Sebetulnya tidak begitu. Tidak ada masalah yang sulit dipecahkan. Yang penting kita bertemu dan berbicara dari hati ke hati,” katanya.

 

Ia mengaku, air yang ada di Kabupaten Kupang kapasitasnya cukup. Oleh karena itu bisa dipakai untuk melayani warga. Pasalnya, masyarakat sangat membutuhkan air. “Jadi bukan karena ledingnya putus, tapi karena hati yang putus. Sekarang kita hati sudah menyatu, jadi pakai dulu yang tertampung dan layani dulu berapa yang dapat,” ungakapnya.

 

Sesuai hasil pertemuan tersebut, maka disepakati pada pekan depan akan ditindaklanjuti dengan penandatanganan MoU kedua oleh kedua kepala daerah tersebut. Rencananya penandatanganan MoU berlangsung dikantor Bupati Kupang. (Ikz)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here