Kupang, lensantt.com – Wajah Kota kupang perlahan mulai berubah. Begitu indah apalagi dimalam hari lampu dan taman bertebaran mengihiasi disudut-sudut kota.

Keindahan kota ini, tak terlepas dari buah tangan pemimpin berdarah Sabu Jefry Riwu Kore. Taman yang dulunya gelap gulita kini terang benderang.

Tampak Samping patung sonbai setelah di renovasi

Keindahan taman yang ada dikota ini, pun menjadi objek wisata tersediri bagi warga kota kupang.

Sebagai Barometer provinsi NTT, Memang kota kupang layak ditata sehingga para pengunjung bisa tau benar-benar kota kupang layak menjadi ibu kota provinsi.

Taman Ina bo’i setelah Di renovasi

Bukan hanya itu, lampu jalan yang bertebatan hampir seantero kota membuat warga kota kupang tak lagi takut beraktifitas di malam hari.

Ketika kota kupang menjadi terang, dengan sendirinya kejahatan dijalan mulai berkurang secara perlahan.

Jefri riwu kore dalam jumpa pers akhir tahun pada 5 januari 2019 lalu menegaskan, Kota kupang wajiib ditata.

” kita wajib tata kota kupang ini, Kupang barometer provinsi NTT, ” kata dia.

Ia mejelaskan, pada tahun.2020 pembangunan taman kembali dilanjutkan dibeberapa titik.

Menurut Dr. Jefry, demikian sapaan akrabnya, Taman TIROSA sebelumnya kumuh dan tak tertata, “patung Tirosa merupakan patung tiga tokoh kebanggan Kota Kupang yang mewakili budaya Timor, Rote dan Sabu. Harus terus dilestarikan dan ditata sehingga generasi muda tetap berbangga memiliki monumen ikonik yang mewakili 3 budaya tradisional yang ada di Kota Kupang ini,” tukasnya.

Baca Juga :  Polisi Gagalkan 24 Orang TKI Ilegal Asal NTT

Selain itu masih ada 4 taman tematik lainnya, yakni Taman Patung Sonbai sebagai monumen pahlawan kebanggaan Kota Kupang, Taman TaGePe sebagai taman literasi kawula muda dan Taman Adipura dekat Bandara El Tari, sehingga suasana perkotaan modern telah dirasakan semenjak orang memasuki wilayah Kota Kupang dari Bandara El Tari.

Adapula Taman Inaboi yang sudah puluhan tahun tidak terurus, terlihat dari patung sebelumnya yang sudah rusak dan sasando yang tidak lagi kelihatan, kini menjadi ikon Kota Kupang yang tertata dengan penempatan patung wanita cantik yang memegang alat musik khas Rote, Sasando, “monumen prestisius ini menunjukan bahwa alat musik khas Rote yang sudah mendunia tersebut menjadi kebanggaan masyarakat Kota Kupang,” ujar Dr. Jefri Riwu Kore.

Baca Juga :  Arthur Lay Di Mata Pengusaha NTT

Mengenai Taman Ina Boi sendiri, dibangun untuk memperindah alun-alun kota yang merupakan konsep lama sejak kepemimpinan Bapak Daniel Adoe dan Bapak Daniel Hurek, “Penataan RTH Taman Inaboi sebenarnya sudah out of date, tetapi kita terikat karena (desainnya) sudah dibayar (pemerintahan) sebelumnya, sehingga kita melanjutkan pengerjaannya agartidak terjadi kerugian negara, kami menatanya dengan menambah pohon-pohon sekelilingnya itu dan juga menambah penerangan/lampu-lampu hiasnya,” jelas Dr. Jefry Riwu Kore.

Sedangkan, Taman Patung Sonbai, ikon yang menampilkan seorang pahlawan kebanggan masyarakat NTT dari suku Timor, sebelumnya terlihat tidak terurut selama bertahun-tahun, “Monumen peringatan kepahlawanan kebanggan masyarakat harus ditata dan ditempatkan pada posisi yang sebenarnya, agar filosofi perjuangan Sonbai tidak asing bagi generasi muda kita. Penataan lampu dibuat sedemikian rupa dari ukuran yang kecil ke ukuran yang besar, menceritakan arti perjuangan Sonbai dari hal-hal kecil, sedikit demi sedikit sampe besar dan menjadi seorang Pahlawan,” jelas Walikota Kupang yang menjabat sejak Agustus 2017 itu.(***)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here