Bidang Kesehatan dan Pendidikan Jadi Prioritas, Fokus Turunkan Stunting dan Anak Putus Sekolah
Kupang, lensantt – Kinerja kepemimpinan Melkiades Laka Lena bersama Johny Asadoma terus menjadi perhatian publik. Dalam berbagai kesempatan, duet kepala daerah ini menegaskan komitmennya untuk menghadirkan pemerintahan yang lebih dekat dengan masyarakat.
Dalam diskusi publik yang digelar Jumat, 20 Februari 2026, Gubernur menegaskan bahwa dirinya bersama Wakil Gubernur akan lebih sering turun langsung ke lapangan untuk memastikan program berjalan efektif dan tepat sasaran.
“Kami akan lebih banyak turun ke lapangan,” tegasnya.
Menurutnya, kehadiran pemerintah di tengah masyarakat menjadi kunci untuk mengetahui secara langsung persoalan riil yang dihadapi warga, sekaligus memastikan pelayanan publik berjalan optimal.
Di bidang kesehatan, Melki–Johny memfokuskan perhatian pada penurunan angka stunting di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Pemerintah menargetkan intervensi yang lebih terukur dengan pendekatan berbasis data.
“Bantuan stunting harus berbasis data by name by address, sehingga jelas siapa yang menerima dan di mana alamatnya,” ujarnya.
Pendekatan tersebut dinilai penting untuk menghindari tumpang tindih bantuan serta memastikan anak-anak yang benar-benar membutuhkan mendapatkan intervensi gizi dan pendampingan secara berkelanjutan.
Sementara di sektor pendidikan, perhatian diarahkan pada anak-anak yang putus sekolah. Pemerintah Provinsi NTT berkomitmen mencari solusi konkret agar mereka bisa kembali mengenyam pendidikan, baik melalui jalur formal maupun program pendidikan alternatif.
Langkah ini disebut sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia di NTT, sekaligus menekan angka kemiskinan jangka panjang.
Dengan komitmen untuk lebih aktif turun ke masyarakat, kepemimpinan Melki–Johny diharapkan mampu menjawab berbagai tantangan pembangunan di NTT, khususnya di sektor kesehatan dan pendidikan yang menjadi fondasi utama kemajuan daerah.

