More
    BerandaEkbisGelar Wisuda ke-IV,  Ketua STAKAS SoE : Pendidikan Tinggi Butuh Inovasi

    Gelar Wisuda ke-IV,  Ketua STAKAS SoE : Pendidikan Tinggi Butuh Inovasi

    Soe, lensantt.com – Sekolah Tinggi Agama Kristen Arastamar (STAKAS) Soe menggelar wisuda ke IV Tahun Akademik 2020/2021 dan pengutusan mahasiswa Praktik Kerja Lapangan Angkatan VII Tahun 2021/2022.
    Kegiatan dilakukan Selasa 21 Desember 2022 bertempat di GOR Nekmese Soe dihadiri oleh Asisten I Setda TTS, Semuel D. Fallo.
    Mengambil tema Penguatan Pendidikan Kristen yang Inovatif dan konstruktif dalam membangun karakter dan jiwa kepemimpinan, STAKAS Soe melepas 9 orang Wisudawan/i dan pengutusan 10 orang mahasiswa PKL yang akan di tempatkan di pelosok-pelosok Kabupaten TTS.
    Pada kesempatan tersebut dilakukan launching buku “Profesi Guru adalah Misi Hidup” yang ditulis oleh Margarita Ottu, Phidolija Tamonob dan mahasiswa yang isinya terkait pendampingan mahasiswa untuk anak-anak sekolah di sekitar tempat tinggal mereka.
    Ketua STAKAS Phidolija Tamonob, M.Pd.K.
    dalam sambutannya mengatakan,  Pandemik Covid-19 telah mengubah banyak hal, termasuk pada sistem pendidikan di berbagai perguruan tinggi. Tridarma PT pun mengalami hambatan yang cukup signifikan.
    Proses pembelajaran dari tatap muka menjadi online atau disebut dengan daring (dalam jaringan).
    Konteks ini memperlihatkan bahwa perubahan pada dunia dan kehidupan manusia tidak dapat dipungkiri.
    Sebab segala sesuatu yang dikerjakan, bisa saja mengalami hambatan atau tantangan tersendiri, sehingga perlu untuk melakukan penguatan, reformasi, dan atau pembenahan menuju peningkatan mutu internal PT.
    Pandemi virus Corona yang merambah hampir ke seluruh negara di dunia ini mengubah segala sesuatu sekaligus mendorong setiap pemangku kepentingan (stake holder) dan penyelenggara pendidikan untuk melihat fenomena perkembangan teknologi, informasi, digitalisasi, dan dataisme yang begitu cepat bergulir.
    Dikatakan, Perguruan Tinggi, baik swasta maupun negeri berpacu untuk merevolusi kurikulum dan sistem pembelajaran dengan melihat pada pengaruh yang ditimbulkan oleh kemajuan teknologi dan informasi.
    Di masa ini, penguatan pendidikan Kristen membutuhkan sebuah inovasi dan konstruktif agar Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) pada perguruan tinggi tersebut dapat secara berkesinambungan.
    SPMI itu sendiri harus menjamin mutu lulusan. Pada faktanya, lulusan-lulusan dari berbagai perguruan tinggi dan sekolah-sekolah tinggi, bersaing untuk mendapatkan pekerjaan yang sesuai dengan bidang studinya. Itu berarti, setiap penyelenggara pendidikan perlu memikirkan kualitas para lulusannya dengan ditunjang oleh sistem penjaminan mutu internal (SPMI) bagi terwujudnya Tridarma Perguruan Tinggi.
    Tema wisuda memperlihatkan sebuah konteks dan momen yang penting. Konteksnya berbicara tentang bagaimana tindakan penguatan pendidikan Kristen yang perlu dilakukan mengingat kita masih berada pada masa pandemi.
    Momen ini juga sekaligus menjadi catatan evaluasi bagi kita semua untuk melihat sejauh mana hambatan di masa pandemi yang perlu dicarikan solusinya.
    Hal ini mendorong setiap penyelenggara pendidikan untuk memperkuat sistem dan kualitas Tridarma Perguruan dengan didasarkan pada Standar Nasional Pendidikan Tinggi.
    Perubahan demi perubahan mewarnai dunia secara global sekarang ini. Perubahan perilaku dan pergeseran paradigma adalah fakta yang terlihat di depan mata kita. Bahkan mungkin kita sendiri yang telah mengalami perubahan perilaku dan menggeserkan paradigma kita mengenai hidup, iman, dan pengetahuan.
    Kita menjadi kuatir dengan masa depan, apalagi dengan maraknya orang-orang yang terkena Virus Corona. Di berbagai negara di seluruh dunia, Covid-19 telah menjadi tantangan tersendiri yang harus dihadapi, termasuk menghadapi masa depan yang belum pasti. Ujarnya
    Namun demikian STAK Arastamar SoE berkomitmen untuk mendidik para mahasiswa agar karakter mereka terbangun dan mereka dapat menjadi pemimpin-pemimpin di masa depan.
    Membangun karakter dan jiwa kepemimpinan menjadi prioritas kami dalam mendidik dan mengajar putra-putri di Kab. TTS dan sekitarnya.
    Kami tahu bahwa ada hambatan yang menghadang. Akan tetapi, kami tetap mengupayakan sebuah terobosan yang inovatif dalam meningkatan dan memperkuat. (Erick Hello)

    Komentar Anda?

    Must Read

    spot_img
    error: Tidak boleh di Copas