Beranda Hukrim Anggota DPRD TTU Positif Narkoba Dibebaskan, Pengamat : Kasus Ini Bisa Diangkat...

Anggota DPRD TTU Positif Narkoba Dibebaskan, Pengamat : Kasus Ini Bisa Diangkat Lagi

Kupang,lensantt.com – Anggota DPRD TTU, Irenius Frederik Taolin alias Dedi (37) ditangkap petugas BNN Kota Kupang di salah satu kamar hotel di Kota Kupang saat sedang asyik berpesta bersama dua teman wanita dan seorang pria.

Dari hasil pemeriksaan urine, Dedi dinyatakan positif menggunakan narkotika. Selain Dedi, seorang teman wanitanya berinisial, AHP juga dinyatakan positif. Sementara IEL dan DL dinyatakan negatif.

Meski demikian positif, Dedi dan AHP tak diproses hukum. Keduanya kemudian dilepaskan oleh BNN dan hanya mejalani.

Melihat hal itu Pengamat Hukum Mikhael Feka angkat bicara. Menurut dia, Kasus ini bisa diangkat lagi jika ada bukti baru.

“Kasus ini bisa diangkat lagi kalau ada bukti baru,” Kata Mikhael Feka kepada media ini Kamis (9/07/2020) melalui sambungan telepon seluler.

Baca Juga :  Usir Pendemo, Sat.Pol.PP Kabupaten Ngada Dinilai Tidak Tau Aturan

Dia menegaskan, seharusnya Pihak BNN Kota Kupang tidak melepaskan oknum tersebut pasalnya, Hasil test urine yang dikeluarkan melalui surat berita acara  sudah bukti otentik.

Selain itu lanjut dia, Untuk bukti pendukung seharusnya tingal menambah keterangan saksi.

“Kenapa dilepas hasil test urine itu bukti kuat, keterangan saksi jadi bukti tambahan,” tegasnya.

Dia melanjutkan,sesuai aturan hukum sebelum ditangkap seorang pelaku sudah menjadi target. Artinya, pihak BNN sudah menjadikan oknum DPRD TTU tersebut sebagai target dengan pertimbangan-pertimbangan hukum yang matang.
 
“Sebelum menangkap seseorang tentunya sudah menjadi target. Bukan hanya asal tangkap tanpa ada pertimbangan hukum, seperti data terkait penggunaan narkoba oleh oknum tersebut,” tegasnya.
 
Menurut dia, ada dua kemungkinan seorang pengguna narkoba yang dinyatakan positif yakni, pecandu narkoba  dan penyalahguna narkoba.
 
“artinya kalau yang positif itu masuk dalam salah satu item tersebut,” kata dia.
 
Seorang pengguna yang positif tidak serta merta dilepas,  Memang sesuai, UU 35 pasal 24 Tahun 2009 memang harus di rehabilitasi tapi harus melalui putusan hakim. Setelah melaui keputusan hakim kata dia, pelaku bisa direhabilitasi secara sosial dan dan medis.
“Pengguna narkoba yang positif tidak serta merta harus ada proses. Rehabilitasi saja harus melalui keputusan Hakim,” tegasnya.
Ia menilai, pengguna narkotika yang sudah dinyatakan positif harusnya  pelaku ditahan sehingga memutus mata rantai peredaran narkotika di NTT.
 
Pengamat Hukum pidana ini juga meminta agar, pihak penyidik lebih profesional dalam mengungkap kasus narkotika. (Ikz/red/tim)
 
Izack Kaesmetan
Owner & Jurnalist LENSANTT.COM, Anggota DPD HPSI NTT.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Must Read

Aliansi Solidaritas Besipae : Warga Gantungkan Hidup Di Hutan Pubabu

Kupang, lensantt.com- Persoalan antara Pemprov NTT dan waga Besipae terus bergulir. Kali ini Oraganisasi yang tergabung dalam Aliansi Solidaritas Besipae menggelar aksi di kantor Gubernur...

Tolak Pembangunan Sarana Di TNK,  Formapp Mabar “Serbu” Kantor DPRD Mabar 

Labuan Bajo,lensantt.com – Kelompok  masyarakat yang tergabung dalam Forum dan Penyelamat Pariwisata (Formapp) Kabupaten Manggarai Barat, NTT menggelar aksi unjuk rasa di DPRD dan...

Kabupaten/Kota Sepakat “Suntik”  Dana 1 Persen Dari APBD Untuk Bank NTT

Kupang,lensantt.com - Untuk  Pemenuhan Modal Inti Rp. 3 Triliun Tahun 2024 pada PT. BPD NTT, sebagai pemenuhan POJK 12 Tahun 2020 tentang Konsolidasi Bank Umum. Untuk...

Motivasi Yosef Tanu Dari “Taman Eden”

Kefamenanu,lensantt.com- "Sang Motivator" Kalimat ini pantas di sandangkan kepada Yosef Tanu bagaimana tidak kendati sudah menduduki jabatan penting di jajaran birokrasi Kabupaten  TTU ia...

Komitmen Kesejahteraan Dari Bank NTT Dan Pemda Untuk Masyarakat Sumba Barat

Kupang,lensantt.com - Untuk membangun sebuah daerah pihak pemda tentunya membutuhkan suport dari pihak lain. Hal itu dilakukan oleh Pemerintah Daerah (Pemda) Sumba Barat yang menggandeng...