Kupang,lensantt- Suasana hangat bercampur haru menyelimuti aula utama Universitas Nusa Cendana (Undana) ketika Prof. Jefry Balle resmi ditetapkan sebagai Rektor Undana periode 2025–2029.
Dengan raihan 58 suara, ia mengungguli kandidat lainnya dan mendapat mandat besar untuk menakhodai kampus kebanggaan masyarakat Nusa Tenggara Timur tersebut.
Setelah pengumuman hasil pemilihan, Prof. Jefry Balle menyampaikan pidato yang menggugah.
Ia tidak memberikan janji-janji manis, tetapi menekankan realitas tantangan yang harus dihadapi Undana ke depan. Dengan bahasa lugas dan penuh ketegasan, ia menuturkan bahwa Undana berada di persimpangan penting yang menuntut kepemimpinan berani dan bekerja tanpa lelah
“Saya tidak menjanjikan jalan yang mudah. Kita semua tahu bahwa dunia pendidikan tinggi semakin kompetitif. Tetapi saya percaya, dengan keberanian mengambil langkah besar, kejujuran dalam setiap proses, dan kerja keras tanpa henti, Undana bisa melompat jauh ke depan,” ujar Prof. Balle disambut tepuk tangan panjang.
Komitmen untuk Transformasi Undana
Dalam visinya, Prof. Jefry Balle menyoroti empat fokus utama yang akan menjadi pondasi masa jabatannya:
- Transformasi tata kelola yang transparan, akuntabel, dan berorientasi hasil.
- Penguatan riset dan inovasi yang menjawab kebutuhan masyarakat, industri, dan pemerintah daerah.
- Peningkatan kualitas layanan akademik yang berpusat pada mahasiswa.
- Pengembangan jejaring nasional-internasional guna membuka ruang kolaborasi dan beasiswa.
Ia menegaskan bahwa perubahan besar tidak mungkin dicapai sendirian. Dibutuhkan kolaborasi total dari seluruh unsur kampus—dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, alumni, hingga mitra strategis Undana.
“Kita tidak bisa bekerja setengah hati. Undana harus tampil sebagai kampus yang berani bersaing di tingkat nasional. Untuk itu, saya mengajak semua pihak untuk bergerak bersama, menjaga integritas, dan bekerja sungguh-sungguh,” lanjutnya.
Amanah Besar, Harapan Baru
Prof. Balle juga menyampaikan rasa terima kasih atas dukungan luas yang ia terima. Menurutnya, amanah sebagai rektor bukanlah kehormatan personal semata, tetapi tanggung jawab besar untuk menjaga kepercayaan publik.
Ia pun menyinggung pentingnya budaya kampus yang sehat, dialogis, dan bebas dari praktik-praktik yang menghambat kemajuan institusi.
“Kita harus menjadi komunitas akademik yang sehat. Keberanian itu penting, tetapi kejujuran adalah pondasinya. Tanpa itu, kerja keras tidak akan berarti,” tegasnya.
Menuju Undana yang Lebih Maju
Dengan gaya bicara yang tenang namun penuh otoritas, Prof. Jefry Balle menutup sambutannya dengan ajakan untuk membuka babak baru Undana—babak di mana kualitas, integritas, dan kerja kolaboratif menjadi nafas utama.
Pemilihan ini menjadi momentum penting bagi Undana untuk memperkuat posisinya sebagai salah satu perguruan tinggi terbaik di Indonesia Timur. Dan dengan kepemimpinan baru, harapan besar kembali menyala bagi ribuan mahasiswa, dosen, dan masyarakat NTT yang menantikan transformasi nyata dari Kampus Hijau Penfui.(Ikz)

